Skip to content

Film “Innocence of Muslims” dan Sikap Mental Umat Islam

September 15, 2012

Author Rinaldi

Novel heboh karya Dan Brown, “The Da Vinci Code”. Sumber gambar: Thesikhtimes.com

FILM “Innocence of Muslims” yang heboh belakangan ini, sebenarnya fenomena yang biasa saja untuk ukuran jaman sekarang. Film amatiran yang tidak terlalu bagus, dan seharusnya tidak perlu membuat heboh. Terlebih film tersebut muncul di barat yang pada dasarnya menjunjung tinggi kebebasan berekspresi.

Beberapa waktu lalu, sempat heboh novel “The Da Vinci Code” karangan Dan Brown, yang dipandang menghina agama Katolik. Novel tersebut menggambarkan Yesus yang menikah dengan Maria Magdalena, dan akhirnya punya anak. Ada kecaman keras dari berbagai institusi Katolik, tapi tidak ada yang sampai mengeluarkan fatwa “bunuh” terhadap penulis novel tersebut. Kehebohan novel tersebut akhirnya pudar begitu saja. Bandingkan dengan kasus novel “The Satanic Verses”-nya Salman Rushdie yang sampai memunculkan fatwa mati terhadap penulisnya.

Dalam masyarakat barat, sudah terlalu sering Yesus, Paus, atau ikon suci lainnya dijadikan parodi. Jika anda browse di Youtube dengan kata kunci “jesus parody”, mudah sekali menemukan berbagai klip video yang bertema olok-olok terhadap Yesus. Apakah ada kegusaran serius di kalangan Kristen? Tidak ada.

Berbeda dengan Kristen, umat Muslim memiliki sikap yang oversensitif terhadap persoalan ini.  Di film “2012” garapan Roland Emmerich, sang sutradara dengan leluasa menggambarkan kehancuran Basilica St. Petrus akibat gempa bumi. Tapi berpikir seribu kali untuk menggambarkan kehancuran bangunan simbol-simbol Islam. Kemudian sebelumnya, sebuah kartun Nabi Muhammad yang pernah ditayangkan di Jylland Posten telah memicu amarah Muslim sedunia.

Oke, sebagian masyarakat barat mampu memaklumi kegusaran umat Muslim. Tapi sebagian yang lain, malah menjadikan karakter sensitif umat Muslim sebagai bahan olok-olok yang membuat mereka makin giat “menggoda”. Aksi “Draw Muhammad’s Day” yang bertujuan memprovokasi umat Muslim pun sempat populer melalui situs jejaring sosial.

Di barat, kekristenan sudah biasa dibedah materinya secara kritis dan dekonstruktif. Alkitab dipandang sebagai semata objek studi yang dikaji dengan jarak. Pro-kontra terhadap pandangan teologi semata-mata menjadi wacana yang dibahas dalam forum diskusi. Tidak ada himbauan kekerasan, blokir internet, bunuh, atau segenap protes berlebihan lainnya. Barat modern sudah relatif maju, tidak seperti kondisi enam ratus tahun yang lalu, ketika institusi gereja mendominasi Eropa.

Dalam masyarakat barat, semua agama bebas dikaji baik secara kritis-dekonstruktif maupun apresiatif. Tidak setuju, silakan lawan pemikiran dengan pemikiran. “Mental ilmiah” seperti ini belum ada di dunia Islam. Umat Muslim hanya terima ketika Islam diapresiasi oleh orang barat. Jika Islam atau Alquran dikritisi, mereka marah. Tapi anehnya, jika kekristenan atau Bible dikritisi, mereka senang. Contoh Maurice Bucaille yang kritis terhadap Bible, membuat umat Muslim di manapun sumringah. Nama dan bukunya kerap kali semangat disebut-sebut. Tapi begitu ada tokoh barat yang kritis terhadap Islam, atau menulis buku yang memaparkan sejarah Islam di luar pemahaman arus utama, sebagai contoh nama Christoph Luxenberg, umat Muslim marah.

Dunia Islam tampaknya belum memasuki era keterbukaan pemikiran semacam itu. Di dunia Islam, yang bisa dan boleh dikritisi hanya agama lain, terutama Kristen. Dan yang wajib diapresiasi hanya agama Islam. Kritik terhadap agama Islam adalah blasphemy. Sedangkan kritik terhadap agama lain, terutama Kristen, adalah dakwah kebenaran.

Jika kita jalan-jalan ke toko buku Gunung Agung, rasanya cukup banyak buku-buku apologetika Islam yang mengkritisi teologi Kristen. Apakah ada kalangan Kristen yang gusar lantas berdemo? Sejauh ini tidak ada. Nah, bagaimana kalau itu terjadi sebaliknya? Misalkan ada buku yang mengkritisi Islam secara frontal dipajang di Gramedia? Wah, pasti sudah rame demonya!

Apakah sikap umat Kristen yang cenderung tidak ambil pusing ketika ikon agamanya dijadikan parodi atau dikritik, berarti tidak menghargai keagungan dan wibawa agamanya? Tidak. Setiap umat beragama pastilah menjunjung tinggi tokoh-tokoh sucinya, menganggap agamanya benar, agung dan wibawa. Masalahnya di sini adalah pada sikap mental dalam menghadapi era modern di mana arus informasi bisa leluasa bergerak dan tiap orang bisa mengekspresikan ide-idenya dengan bebas. Di era keterbukaan informasi sekarang ini, kita tidak bisa membungkam sepenuhnya semua bentuk parodi (baca: pelecehan) maupun wacana kritis-dekonstruktif terhadap agama. Sikap yang paling tepat adalah menghadapi fenomena banjir informasi tersebut dengan dewasa. Parodi hanyalah kerjaan orang-orang iseng. Kritik adalah karya intelektual yang seharusnya dibalas dengan jawaban berilmu. Bukan ditanggapi dengan ancaman, kekerasan, atau sebagainya.

Problem sebenarnya itu bukan pada “penghinaan agama”. Tapi mentalitas umat Muslim yang oversensitif. Novel “The Da Vinci Code” yang menghina Katolik itu, bahkan leluasa terbit di Indonesia dan diterbitkan oleh penerbit Islam “Serambi”. Kalau mau konsisten, mestinya novel itu bisa jadi kena UU Penodaan agama. Penerbitnya dipidana. Tapi kenyataannya kan tidak. Umat yang oversensitif ternyata tidak sensitif terhadap perilaku saudara seimannya yang menerbitkan sebuah novel yang pernah diprotes karena dipandang menghina suatu agama.

Umat Muslim itu memerlukan semacam “revolusi mental”. Belajar dari sejarah, dan belajar dari umat agama lain. Sadarlah, bahwa ini abad 21. Banyak pandangan dunia yang ditawarkan oleh agama, sudah out of date dan perlu diperbaharui. Jaman sudah berubah, pemahaman tentang agama harus disesuaikan. Dan sikap mental menghadapi fenomena perubahan zaman harus dipersiapkan. []

About these ads
69 Comments leave one →
  1. September 16, 2012 7:37 pm

    elu psti kristen yekan ??
    alaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhh pntes aj …..-___-

  2. lancau permalink
    September 17, 2012 9:57 pm

    I agree with you on this.. Some people are just too damn narcissistic and self centered, the only thing they knew are all about themselves, and yet, claiming that they are so “civilized”; progressive and all that sort.. pfftt, yeah, right… A bunch of retarded walnut brain dinosaurs if you ask me. The world will definitely be a better place if these kind of people never exist.. Some are good though, but most of them? Naaaahhhh, should be wipe out for all i care..

  3. Adhia permalink
    September 18, 2012 6:33 pm

    @Mikazuki : tolong buka pikiran anda sedikit. renungkan baik2. refleksi diri. tanyakan pada hati kecil anda. Apakah tulisan tersebut benar. Karena hanya hati kecil lah yang dapat berkata dengan jujur. Mudah2an emosi anda tidak menutup mulut hati kecil anda.

  4. September 18, 2012 6:52 pm

    @Mikazuki >>Otak dongkol jangan dipamerin, bener banget tuh yg ditulis mestinya lu kaji, komen kyk gtu cmn ditulis anak TK bung…

  5. Gerry F. permalink
    September 18, 2012 7:14 pm

    Nice.. Sayangnya memang susah terutama di Indonesia ini, Saya setuju banget Islam itu suatu agama yang baik, tidak ada ajaran agamanya yang salah atau menyimpang.. Jadi klo ada masalah yg menjelek2an harusnya si ga perlu terprovokasi gt, sekarang masalahnya ada pola pikir penganutnya sendiri yang malah menyebabkan nama Islam itu semakin menjadi buruk.. Coba dipikir dengan reaksi yang seperti itu tentunya banyak pihak makin menyimpulkan Islam itu menjadi sesuatu yang berkonotasi negative.. So please be an open minded person.. Berfikir sebelum bertindak.. Mental imliah bro.. Not bar2

  6. edi permalink
    September 18, 2012 7:50 pm

    Seterbukanya pemikiran seseorang, secerdas2nya seseorg, sepinter2nya org, kl pacarnya dijelek2in atau dihinakan apa iya musti diem , coba yg komen kasih pendapat dah kl memang kalian bermental baja…

  7. nice permalink
    September 18, 2012 8:09 pm

    Tepat sekali.
    Sifat egois yg tinggi dan menganggap diri paling benar.
    Emosional,tempramental,dan SOK.

    Ckckckckckckckckck….

  8. nice permalink
    September 18, 2012 8:16 pm

    4 jempol tuk blog nya..
    ……*┏┓*
    ….┏━┻┫
    ..*┣━*┃*
    ..*┣━*┃
    ..*┗━━┛*^^*

    ……*┏┓*
    ….┏━┻┫
    ..*┣━*┃*
    ..*┣━*┃
    ..*┗━━┛*^^*

    ……*┏┓*
    ….┏━┻┫
    ..*┣━*┃*
    ..*┣━*┃
    ..*┗━━┛*^^*

    ……*┏┓*
    ….┏━┻┫
    ..*┣━*┃*
    ..*┣━*┃
    ..*┗━━┛*^^*

    ……*┏┓*
    ….┏━┻┫
    ..*┣━*┃*
    ..*┣━*┃
    ..*┗━━┛*^^*

  9. nice permalink
    September 18, 2012 8:18 pm

    *mksd saya 5 jempol

  10. roy marolop permalink
    September 18, 2012 8:39 pm

    sudah… makan dulu sana…

    jgn ribut2 lah…

    pening aku, pening aku…

    sudahlah…

  11. loops permalink
    September 18, 2012 9:07 pm

    Setuju. Agamanya lahir paling belakangan, makanya blm dewasa. Agamanya lahir atas dasar persamaan dan pembebasan serta penyerahan kepada yg Kuasa. Namun penjalanannya berbeda, selalu merasa terpaksa, mengekang dan memaksakan persamaan. Kasihan bangsa indonesia ini, setelah lepas dijajah secara fisik, skrg dijajah secara rohani dan dibodohi oleh org arab.

  12. nur permalink
    September 18, 2012 10:06 pm

    Iya setuju bgt dgn pendapat ini, sehrsnya org beragama tdk cepat tersinggung. Apalagi anarkis. Hrsnya klu yakin dgn tokoh agama / Tuhannya, mau dihinapun kt justru hrs lebih yakin, bahwa Tuhan kt hebat, dan org yg menghina tsb adlh org yg blm mengenal Tuhan. Jd bknnya marah2..

  13. chaerudin permalink
    September 18, 2012 10:23 pm

    dlm sejarah kerosulan,, nabi Muhammad dlm penyebaran dakwahnya selalu d dzalimi, d intimidasi, d lempari batu n kotoran bahkan hendak d bunuh, hingga beliau n pengikutnya hijrah k madinah. tapi apa rosul dendam n marah kpd kaum jahiliyah..?? tidak sama sekali, ketika fathul makkah (kaum muslim mengusai makkah) tak ada yg d sakiti malah d lindungi n d jamin hak2nya oleh Rosulullah. kalau umat islam menganggap Rosul adalah suritauladan, maka perilaku santun, penuh cinta kasih, saling mendoakan n memaafkan adalah kunci ajaran rosul. bukan membalas penghinaan dg kekerasan n penuh brutalisme.

  14. September 18, 2012 10:24 pm

    Kemarahan muslim atas hal2 spt ini mmg biasa… cth nya Kristen yg selalu di buat parody bahkan diolok-olok, mereka biasa aja tuuhh.. krn mereka tahu Tuhan mereka itu BENAR, jd tak perlu dibela… dan sbliknya. muslim yg di perolok “agama” mrk yg notabene diciptakan oleh muhammad bukannya Allah, malah marah2 tak jelasss… krn mrka tau, mereka punya nabi yg SALAH dan mrka membela agama dan nabiny dan malah bukan Allah.. tuhan kokk dibelaa…

  15. arnold permalink
    September 18, 2012 10:31 pm

    disini kita tau mana agama yang berisi kedamaian dan agama yang penuh dengan kemurkaan. mana mungkin negara ini bisa maju kalau saja mayoritas penduduknya penuh dengan amarah dan kemurkaan itu sndiri. pikirkanlah. jangan mau dijajah oleh bangsa arab. alam indonesia punya segalanya. lalu kenapa orang yg lahir dan makan dari alam indonesia ini harus memuja dan menyembah bangsa yang kering dan tandus seperti arab. adakah negara muslim yang damai ??? pikirkanlah

  16. Irene permalink
    September 18, 2012 10:42 pm

    Bener banget, malah baru tau penerbit Da Vinci Code itu serambi, penerbit buku2 muslim, aih, inkonsisten banget..

  17. Nanda permalink
    September 18, 2012 10:52 pm

    Dari dulu makan nasi doank di kasih coklat mana doyan, manis aja blum kenal…
    Para Muslim yang Cerdas dan mau “Terbuka” hanya segelintir orang…
    Salah satu ahli kimia dan orang besar yang tidak perlu disebut namanya…
    Dengan leluasa dan terang2an menjelek2an bbrapa agama…
    Tp tidak ada yg menggubrisnya…
    Muslim yakin dengan Allah???
    :bitch please…

    Kalau para Muslim yakin dengan Allahnya,
    Maka semua telah diatur oleh Allah SWT sedemikian rupa
    Dan ingatlah siksa kubur dan siksaan akhir zaman yg akan
    Di berikan pada orang2 zalim..

    Tidak perlu anarki sampai bunuh2an…
    Allah yang akan mengatur…
    Yang memakai kekerasan justru mengecewakan Nabi Muh SAW
    Dan para pendahulunya…
    berpikirlah mtang2 sblum bertindak
    Jangan biarkan setan amarah menguasaimu wahai manusia…..
    Bertaubatlah….

  18. rasyid permalink
    September 18, 2012 11:29 pm

    Guys, dewasalah kalian yang menjelek2an agama lain..
    Guys, bukan agama Islam yang salah, tp “orang”-nya yang mengaku muslim tp tidak secara utuh jalankan akidah2 yg tertulis dalam Al Qur’an.
    Begitu jg halnya dgn agama kristen, akui saja banyak pula penjahat dan koruptor yang notabene kristen. Tapi apakah agama kristen yang salah ajarkan dia utk jadi penjahat dan koruptor??? Gk perlu saya jawab, lagi2 semua kembali ke orangnya masing2. Bukan salah agama! So, agama apapun kalian, dewasalah dan dalami agama yg kalian yakini. Nanti akan ada hari pembalasan dimana masing2 diri manusia dihitung amal perbuatannya, so guys..daripada jelek2in agama dan orang lain, pikirkan diri Anda sendiri dulu, interospeksi diri..sebelum kematian jemput Anda!peace!!

  19. ijrah permalink
    September 18, 2012 11:29 pm

    setau saya islam di indo di pandang look down oleh bangsa arab sedangkan indo sendiri memandang loook up ke arab,, arab sendiri memandang look down dgn alasannya agama islam yg di ajarkan di indo tdk murni dikarenakan ajran tsb diajrkan oleh kaum pedagang, ironisnya berbondong2 bangsa indo ke arab buat naik onta,, arab sendiri senangnya beli senjata, dgn kata lain semakin banyak orng indo ke sana naik onta,, semakin besar pembiayaan utk perang beli jet, tank dll.. scra g murah kesono

  20. lihatlebihdekat permalink
    September 18, 2012 11:34 pm

    :) saya coba sesingkat mungkin menjelaskan. dalam Islam, sangat tegas dilarang menggambarkan secara fisik nabi Muhammad. apalagi menghina, memperolok atau menertawakan. jika memang di ajaran umat lain membebaskan/memaklumi untuk menghina, memperolok atau menertawakan tokoh agamanya sendiri, ya silahkan saja… lakukan itu semua kepada tokoh agama kalian. tapi… tolong hargai cara pandang umat muslim diatas. ^^

  21. habib permalink
    September 18, 2012 11:45 pm

    brarti nabi muh saw tdk ad donk (tidak ad gambaran) cerita belaka,, semua ajaran, setiap ilmu, dan paradigma. pasti ad dan paling tidak ad dialektika,, msok umatnya g boleh tau, dgn dalih 5 w 1 h ? bisa tdk terjawab ??…
    klo sesaklek itu pandangan yg di ajrkan islam.. yah saya si dgn subjektif saya melihat apa pun menelan apa pun ajraran baik di sd, smp, sma, kul pa lgi agama dgn tidak menelen mentah2.. apa iya??

  22. September 19, 2012 12:15 am

    Sebuah tulisan yang sangat bagus dan inspiratif. Salut atas pemikiran kamu yang dalam dan penulisannya yang bagus. Memang boleh marah, apalagi kalau agama atau doktrin agama atau tokoh agama yang kita hormati dihina. Tapi kita harus belajar menempatkan kemarahan kita pada porsi yang tepat, dan menyalurkan kemarahan dengan benar dan cerdas. Hal ini berlaku untuk semua agama. Dan dengan cara inilah, agama yang kita anut akan dihormati dan akan banyak orang yang bisa percaya pada Tuhan yang kita sembah.

  23. Tata permalink
    September 19, 2012 12:48 am

    Rinaldi ini kelihatannya masih muda dan naif. Mudah berkomentar tanpa pengetahuan tentang Islam dan sejarahnya yang panjang. Islam dimulai dari nabi Adam hingga Muhammad. Yesus yang kalian anggap Tuhan itupun nabi Islam. Bicara toleransi Islam paling panjang sejarahnya. Jangan hanya karena segelintir pengikut FPI dll lalu begitulah seluruh ummat Islam. Anda hidup aman dan mencari nafkah hingga saat ini, bahkan bisa menulis tentang Islam senaif ini, di negeri yang 90% Islam. Kenapa tidak anda tulis kalau yang 89.99% yg diluar FPI itu, yang mungkin juga tetangga anda, guru anda, rekan bisnis anda, boss anda, satpam anda, pembantu anda adalah orang2 Islam yang tidak mengusik anda selama ini atau bahkan secara langsung atau tidak langsung memberikan perlindungan pada anda. Apakah memang ummat non muslim di negeri ini bisanya cuma bicara di belakang dan lupa kalau banyak dari mereka hidup, berbisnis bahkan bisnis maksiat seperti di Kota tanpa halangan dari ummat Islam yang jelas mengharamkan kegiatan2 maksiat tsb. Seperti juga Mas Rinaldi ini yag berani ngeblog tanpa identitas jelas. Kalau memang debat pemikiran yang diinginkan dari ummat Islam, belajar dari pengalaman pribadi saya, biasanya perwakilan Non Muslim yang suka tidak hadir. Akhirnya bisanya ngeblog dari belakang tanpa identitas.

  24. September 19, 2012 1:06 am

    ya masalahnya yang buat parodi yesus dan paus di hollywood orang kristen itu sendiri, nah ini non-muslim buat film yang mendatangkan nabi muhammad dan di edit pula supaya jelas itu nabi muhammad, jelas2 aktornya baca skrip disitu gak ada membawa2 muhammad tapi sampai tangan editing brubah jadi muhammad.. 1-1nya Film yang diperankan oleh orang non-muslim (anthony quinn) beserta banyak kru non-muslim dan bagus pula filmnya yang menceritakan sejarah Islam itu cuma The messege.. sebagian besar cuma bisa menghina.. ada beberapa yang bisa digambarkan ada beberapa yang tidak.. itu batasannya, coba sekarang saya tanya gambar rohkudus dan tuhan bapak gimana?

  25. Tata permalink
    September 19, 2012 1:38 am

    Masalahnya banyak sekali kafir berkedok muslim yang sekarang bisnisnya mengadu domba seperti yang marak sekarang ini. Sampai saat ini kejadian 9/11 yg nyalahin Islam kan mulut2 kristen itu sendiri tanpa bisa menghasilkan bukti sedikitpun. Yang ngarang senjata pemusnah massal ya org kristen dan yahudi sendiri (dick cheney, collin powell, paul wolfowitz, george bush). Irak udah diubek ubek mana senjata nuklirnya? Afghanistan hancur marak pelacuran sekarang. Tp karena CNN, CNBC, Bloomberg, Time, bahkan Aljazeera punya kristen dan yahudi juga ya mereka bener terus ceritanya. Bukan rahasia lagi kalau penghancuran Islam itu sudah dalam grand design kafir dan yahudi. Penguasaan mereka atas Washington dan media2 besar adalah bagian dari grand design itu. Taktik menghancurkan dari dalam bukan hal baru. Belanda memakai horgrounge yang mendalami Islam untuk menyusupi aceh. Sekarang banyak arab2 tak dikenal menjadi Kyai top dlm semalam. Dakwahnya cuma seperti obrolan saja tanpa dasar hadits dan sunnah. Dan mereka marak di saluran2 tv yang notabene dimilki kristen. 10 thn yg lalu sy harus menegur seorang pendeta yang memakai beranda rumah saya untuk mengajar injil kepada pembantu saya yang islam. Ketika saya undang kembali untuk berdebat pemikiran di hadapan pembantu saya dia tidak muncul2. Saya datang di gereja nya dia tidak mau keluar. Akhirnya pembantu saya menyesali keputusannya dan mengaku diimingi uang. Kalau kami di Islam, Nabi kami sebelum pergi sudah berwasiat ‘la kum di nukum waliadin’, bagimu agamamu bagiku agamaku. So, can you folks just leave Islam alone? Kami tidak ganggu agamamu, jangan ganggu agama kami.

  26. Tata permalink
    September 19, 2012 2:00 am

    @ ahmad busar: agama anda yang palsu buatan manusia. Bibel anda itu yang ciptaan manusia dan penuh konflik. Nubuat2nya tidak bisa direkonsiliasi bahkan oleh Pope. Saya katakan manusia dan bukan Nabi Isa/Yesus karena banyak sekali versi injil. Sadar kalian kalau injil pertama itu baru muncul hampir 100 thn setelah wafat isa dan ada 9 versi yang berbeda. Sadar kalian kalau pemuka2 kristen telah lama menjadi puppet Romawi dan Tudor di Inggris dan injil terus berubah ketika itu sesuai kekuasaan. Yesus disalib dibawah kekuasaan Romawi. Gimana anda bisa jamin Injil anda datang dari Tuhan kalo Tuhannya saja kalah sama tentara Romawi dan pemuka agama Yahudi? Konsep trinitas harus didogmakan saking tidak masuk akalnya. Sesuatu yg tidak ada gambarnya bukan tidak eksis. Mungkin kakek dari bapak anda juga tidak ada fotonya. Apa berarti dia tidak eksis dulunya? Kami memilih untuk tidak memiliki gambar Muhammad karena bukan dia yang ingin kami sembah. Kami menyembah Allah dan ajarannya yg disampaikan lewat Muhammad dan kami hormati Muhammad untuk itu. Tidak kurang cinta kamimkepada Allah dan Muhammad hanya karena lukisan mereka tidak ada di langit2 mesjid atau di kaca patri seperti di gereja. Selama ribuan tahun ketakwaan kami tanpa melihat gambar Allah dan Muhammad itu terbukti. Apakah kalian bisa berkata yang sama?

  27. harry permalink
    September 19, 2012 5:30 am

    orang yang gampang marah itu orang yang BODOH…!!!!

  28. whysoserious permalink
    September 19, 2012 7:39 am

    Yah beginilah umat beragama… bagiku, sekalian saja agama di hapus… pasti damai.
    Asal tau aja, negara paling damai di dunia itu adalah negara2 yg tak beragama, dan wilayah paling banyak perang itu timur tengah dan eropa timur, alias pusat religi.

  29. Tata permalink
    September 19, 2012 8:15 am

    Asal tau juga, timur tengah wilayah paling damai sebelum elo elo pada lahir. Lo kan anak kemaren yg taunya iphone ipad. Timur tengah banyak perang karena negara2 tak beragama yg lo cintai itu udah gak punya minyak ndiri minum minyak kaya onta pula. Amerika yg maju untuk ngobrak abrik timteng utk nguasai minyaknya dan israel sekutu yg klop
    utk ngacauin disana. Kalo timteng stabil elo elo bisa gak naik mobil abis bensin….karena org arab benernya kagak mau jual minyak ke kafir2 kaya elo….Emang dunia dapat bensin dari negara tak beragama lo itu? Eh ngomong2 negara tak beragama yg lo maksud dimana seeh?….

  30. Tata permalink
    September 19, 2012 8:22 am

    Orang yg ga pernah marah itu yg TOLOL. Karena tolol jadi ga ngerti apa2, trus ga punya pendirian, trus ga peduli, trus ga berasa apa2 trus ya ga marah…..kaya org IDIOT aja. N mereka umumnya tidak beragama….karena susah ngerti agama…ya karena TOLOL itu tadi. dan kalo tolol jangan ngajak2….

  31. seraphime permalink
    September 19, 2012 9:54 am

    xixixiixixixi…mas Tata yg sok keminter, elo udah menghujat semua ajaran Kristen dengan leluasa di sini, sekaligus ngomong ‘la kum di nukum waliadin’, bagimu agamamu bagiku agamaku’, lalu menuduh semua kejadian yg menimpa merugikan Muslim datangnya dari Yahudi (tanpa ada bukti jelas), hahaaaaaaaaaa… anda adalah contoh ironi tingkat tinggi, mengharapkan debat dengan non Muslim secara terbuka, sementara buta melihat kejadian di Sampang, penistaan gereja di Bogor dan banyak tempat, pembunuhan kaum Ahmadiyah…..ckckckckckckc….Bagaimana otak anda jungkir balik, hanya Owloh yg tahu yaaaa??? xixixixixixixixxi

  32. September 19, 2012 12:06 pm

    I like what Tata said.
    Saya kebetulan juga banyak kawan dari kalangan non-muslim. Kami cukup akrab, tapi kalau mulai ngobrolin soal isu SARA mending kami tutup mulut aja. Dalam hal ini diam itu emas.
    Kami saling menghormati
    Masalah penghinaan terhadap agama. Tak satupun dari kami yg setuju. Bahkan seorang katholik yg saya kenal juga sering mengeluh akan beberapa hal mengenai intoleransi yg terjadi di negri ini, dan marah tentunya. Asumsi saya melihat marahnya waktu itu, kalau saja dia dalam jamaat besar yang sama marahnya, dia pasti akan turun (demo) ke jalan. Atau kalau dia anggota Ku Klux Klan, pasti sudah banyak mayat bergelimpangan.
    Ketika sesuatu yg kita yakini benar dilecehkan orang, tentunya kita akan marah. Itu kalau kita masih punya otak dan hati.

    “Kecuali kalau Anda sendiri tidak meyakini kebenaran ajaran yg Anda anut. Anda pasti cuex saja, orang agamanya ngikut bapaknya, atau yg lagi ngetrend aja (Anda kira agama itu fashion barangkali :D)”

    Dalam ajaran kami (Al-Quran) ditegaskan, diperintahkan untuk tidak memperolok² kaum yang lain, untuk tidak menghina sesembahan penganut agama yg lain.
    وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ كَذَلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِمْ مَرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

    Artinya : “Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS Al-An’am : 108)
    Read more: http://www.artikelislami.com/2010/06/larangan-menghina-agama-selain-islam.html#ixzz26t9iLWCh
    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) bisa jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) bisa jadi wanita-wanita (yang diperolok-olok) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil-memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (al-Hujuraat: 11)

  33. rudi permalink
    September 19, 2012 3:09 pm

    ssssttt jangan rame rame saya kasih tahu ya yang punya sorga adalah Tuhan Yesus Kristus

  34. September 19, 2012 4:06 pm

    Anda benar, yg punya sorga itu Tuhan Yesus Kristus, Tuhan kita semua, Allah ta’ala. Permasalahan Yesus Kristus itu masuk kategori Tuhan atau hamba, kembali ke ajaran masing². Namun tentunyan kita semua sepakat bahwa hanya Satu Sang Pencipta alam semesta ini, sang pemilik sorga di akhirat nanti. Bagi kami Dia lah Allah.

  35. Tom permalink
    September 19, 2012 10:43 pm

    Saya non-muslim dan sy juga tdk senang dgn film ini. Sy jg protes krn film ini adalah buatan org yg berhati iblis. Sy hrp rekan2 muslim bisa mengungkapkan protes dgn cr yg lebih berketuhanan. Krn kalau dengan cara kekerasan, apalagi sampai membunuh orang yang tidak tahu apa2/tidak bersalah, saudara tidak lebih baik dari pembuat film tersebut. Janganlah mau diperalat iblis untuk menghancurkan kerukunan hidup umat manusia. Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, karena pembalasan adalah hak Tuhan.

  36. Tata permalink
    September 20, 2012 1:06 am

    @seraphime. Kalau gak setuju debat dong apa yg sy bilang disini secara agama dan logika. Jgn cuma komentar2 picisan kaya anak kecil. Ini forum dewasa. Kalau sudah berani buka forum aantar agama ya harus siap dengan argumentasi intelek. Komentar gue cuma merespons komentar2 sebelumnya termasuk si rinaldi pengulas buku itu yg sok ngerti Islam. Perbuatan segelintir org2 yg mengaku Islam jgn disebut tindakan kaum muslim. Kalo ada bom bunuh diri langsung disebut Islam teroris. Kalo pelajar amerika nembakin temen2 sekolahnya kok lo gak bilang kristennfundamentalis? Itu yg ngebom oklahoma jelas2 org kristen amerika. Cuma dibilang org stress. Apa ente buta ga bisa liat tv gimana amerika sama israel ngancurin timur tengah mengatasnamakan demokrasi walau sendirinya tidak demokrasi. Kita org Islam sekedar merespons serangan. Wajar kalo yg tertindas melawan. Kata bung karno cacing diinjek aja geliat melawan. Emang lo pernah liat berita org Islam tanpa sebab jelas nyerang orang atau negara lain??? Lo pernah diserang org islam di jakarta ini tanpa alasan? Waktu kerusuhan 98 gue dititipin 2 balita sama tetangga cina dan batak kristen selama 2 hari gue urus tuh balita. Gak gue rebus tuh balita2 kristen.

    Yg udah jelas2 depan mata negara mayoritas kristen yg selalu melakukan invasi. Amerika ke vietnam, Irak, afghanistan. Israel yg jelas2 ngga punya negeri ngerampok palestina. Inggris dengan koloni di seluruh dunia berkedok commonwealth. Perancis ngerampok marocco dan vietnam. Negara2 ini mayoritas penduduknya beragama apa emangnya? Islam?? Kalian yg kristen udah jelas2 Nabi/Tuhannya beserta kitab suci Injilnya dikhianati bangsa Yahudi aja masih ngebelain. Jelas2 naif tidak mengerti sejarah agamanya sendiri. Bangsa Yahudi/Israel tidak mengakui Isa/Yesus sebagai mesiah bahkan menyalibnya. masih aja dibelain amerika yg mayoritas Kristen. Dimana dong konsistensinya kalian? Kristen terbukti hidup lebih aman dan tenang di negara2 mayoritas Islam. Kalo ngga, ngapain lo2 masih pd di Indonesia kalo segitu brutalnya org Islam. Peristiwa bogor yg masih kontroversi kejelasannya lo sebut2. Ummat Islam tidak bisa bangun mesjid di New York, di Paris tidak boleh adzan dan pake jilbab lo gak sebut. Penginjil2 kalian bagi2 duit/super mi di jawa barat dan tangerang ke org2 miskin Islam lo gak sebut. Kalo mau ngajak pindah agama ke kita dong ngomongnya jgn ke org miskin yg bodoh.

  37. agatha permalink
    September 20, 2012 12:23 pm

    Apapun pendapat orang laen ttg agamaq, Jesus Christ always in my hearth (^_^)

  38. September 20, 2012 12:33 pm

    @Tata: Kapan Amerika menginvasi Vietnam? Tau sejarah/duduk perkaranya perang Vietnam? Tau siapa yang jadi “musuh” Amerika dalam perang Vietnam?

  39. Tata permalink
    September 20, 2012 3:05 pm

    Fakta kembali berbicara. Islam DKI lebih memilih pemimpin non-muslim daripada seorang muslim yang tidak amanah. Now, that’s a hard truth of Innocence of Muslim, Mr. Rinaldi. Fakta toleransi dan kedewasaan mayoritas ummat Islam sesungguhnya. Apakah seorang muslim punya kesempatan yg sama di dunia mayoritas Kristiani?

  40. Tata permalink
    September 20, 2012 3:25 pm

    Pak Rinaldi, Perang vietnam berlangsung thn 1955-1975 setelah perang Korea. Itu negara terpecah dua antara utara dan selatan dgn dua ideologi yg berbeda dan diback oleh dua negara berbeda. Komunis utara didukung oleh China dan selatan oleh amerika. Bedanya dengan afghanistan nih Pak Rinaldi ya, soviet atau china tidak masuk ke vietnam. Hanya ideologinya. Dan rakyat vietnam terbukti hingga saat ini masih banyak yg cinta komunis. Tp sudahlah itu pilihan mereka. Tapi, seperi biasa, lagi2 cuma Amerika yg masuk dan menyerang Vietnam berusaha menyetop penyebaran komunis ke asia tenggara. Lagi2 selalu merasa punya hak untuk memasuki wilayah negara lain dengan 1001 alasannya. Jadi Pak Rinaldi, yg jadi musuh Amerika disana secara ideologi adalah komunis dan secara fisik adalah rakyat vietnam yg terkenal dengan gerilya Vietkongnya. Baku hantam bukan antara amerika dan cina atau soviet. Apa itu bukan invasi, Pak Rinaldi?

  41. Tata permalink
    September 20, 2012 3:47 pm

    @agatha…. Maaf kalo chit chat ini menyinggung anda. Kami Islam menghormati dan menghargai pilihan anda. Respon2 sy disini tidak ditujukan utk meyakinkan kalian, yg sudah beragama, bahwa Kristiani salah. Penilain itu sy kembalikan ke anda masing2 sebgai pemeluknya. Respon2 sy ditujukan kepada blogger2 lain, khusunya Mr. Rinaldi, yg dengan enteng mengulas Islam tanpa pengetahuan cukup. Karena di forum spt ini fakta hrs bicara bukan persepsi. Sekali lg, sy respect dgn pilihan anda, Agatha. Cheers

  42. September 20, 2012 5:04 pm

    @Tata:

    Bedanya dengan afghanistan nih Pak Rinaldi ya, soviet atau china tidak masuk ke vietnam. Hanya ideologinya.

    Vietnam mana nih? Utara atau selatan? Kalau kita sebut kata “vietnam” untuk peristiwa sebelum tahun 1975, maka kita harus menyebutnya secara lengkap: Vietnam Utara, atau Vietnam Selatan. Itu dua negara yang berbeda, walau sama-sama menggunakan kata “vietnam”. Kalau tidak disebut secara lengkap, bisa membingungkan.

    Dan rakyat vietnam terbukti hingga saat ini masih banyak yg cinta komunis.

    Cinta Komunis? Begitu Vietnam Selatan yang dibantu AS kalah melawan Vietnam Utara dan sekutunya, rakyat Vietnam Selatan tidak punya pilihan lain selain gabung dengan Vietnam Utara (atau sekarang “Vietnam” saja) yang berideologi Komunis. Dan biasanya negara Komunis itu bersifat tirani. Contoh Korea Utara. Mana berani mereka melawan?

    Tapi, seperi biasa, lagi2 cuma Amerika yg masuk dan menyerang Vietnam berusaha menyetop penyebaran komunis ke asia tenggara.

    Amerika masuk dan menyerang Vietnam? Sekali lagi, Vietnam apa yang dimasuki oleh Amerika? Utara atau Selatan? Anda tidak sebut ini. Informasi sejarah anda distortif, ada kesan “memaksakan diri” untuk mengatakan “Amerika itu invader lho”.

    Amerika masuk ke Vietnam Selatan, untuk membantu/memback-up rakyat dan pemerintah Vietnam Selatan melawan invasi Komunis yang datang dari Vietnam Utara dan gerilyawan Vietkong. Kenapa mesti dibantu? Karena Vietnam Utara dan gerilyawan Komunis ini agresif. Bukti bahwa komunis itu agresif? Peperangan melawan komunis terjadi di wilayah Vietnam Selatan, bukan Vietnam Utara.

    Di kubu Vietnam Selatan itu nggak cuma ada Amerika Serikat, tapi juga ada Thailand, Korea Selatan, Filipina, dan tentunya Vietnam Selatan sendiri. Sementara di kubu komunis ada Korea Utara, Vietnam Utara, Vietkong, Khmer Merah, China, Sovyet dan seterusnya.

    Lagi2 selalu merasa punya hak untuk memasuki wilayah negara lain dengan 1001 alasannya.

    Amerika memang memasuki wilayah negara lain, tapi lihat konteks ceritanya apa. Tanpa ada Amerika di sana, Vietnam Utara dan Vietkong yang dibackup blok timur, akan tetap merangsek masuk memerangi rakyat dan pemerintah Vietnam Selatan.

    Jadi Pak Rinaldi, yg jadi musuh Amerika disana secara ideologi adalah komunis dan secara fisik adalah rakyat vietnam yg terkenal dengan gerilya Vietkongnya.

    Betul. Tapi “gerilya Vietkong” itu bukan musuh Amerika semata-mata, tapi musuh Vietnam Selatan juga. Amerika membantu Vietnam Selatan untuk memerangi Vietnam Utara dan Vietkong. Masalahnya, anda ini memiliki prejudice negatif terhadap Amerika, bahwa Amerika itu “penjajah”, jadi semua informasi dipandang dengan prejudice tersebut.

    Baku hantam bukan antara amerika dan cina atau soviet. Apa itu bukan invasi, Pak Rinaldi?

    Perang Vietnam secara umum adalah perang antara blok barat dengan blok timur. Secara “regional”, itu perang antara Vietnam Selatan dengan Utara.

    Jadi jalan ceritanya tidak sesederhana “Amerika menginvasi Vietnam” yang nggak ditegaskan apakah Vietnam Utara atau Selatan.

    Apakah seorang muslim punya kesempatan yg sama di dunia mayoritas Kristiani?

    Naheed Nenshi, walikota Calgary di Kanada, adalah seorang Muslim. Dia dipilih oleh warga kota Calgary yang mayoritas Katolik.

  43. September 20, 2012 5:50 pm

    @Tata:

    Rinaldi ini kelihatannya masih muda dan naif. Mudah berkomentar tanpa pengetahuan tentang Islam dan sejarahnya yang panjang.

    Dalam artikel di atas, saya tidak berbicara tentang “ajaran Islam”, tapi tentang sikap mental umat Muslim dalam menghadapi issue “penistaan agama”.

    Bicara toleransi Islam paling panjang sejarahnya. Jangan hanya karena segelintir pengikut FPI dll lalu begitulah seluruh ummat Islam.

    Anda hidup aman dan mencari nafkah hingga saat ini, bahkan bisa menulis tentang Islam senaif ini, di negeri yang 90% Islam. Kenapa tidak anda tulis kalau yang 89.99% yg diluar FPI itu, yang mungkin juga tetangga anda, guru anda, rekan bisnis anda, boss anda, satpam anda, pembantu anda adalah orang2 Islam yang tidak mengusik anda selama ini atau bahkan secara langsung atau tidak langsung memberikan perlindungan pada anda.

    Problemnya bukan pada “90% Muslim”, tapi “siapa di Indonesia ini yang lebih merepresentasikan Islam?” Atau “bagaimana Islam itu direpresentasikan seharusnya?”

    Ada orang Muslim yang sangat baik sekali. Apakah dia baik karena dia Muslim, atau dia baik karena memang orangnya baik? Begitu juga dengan Muslim yang jahat. Apakah dia jahat karena ajaran Islam, atau karena orangnya saja yang jahat?

    Banyak teman-teman saya yang Muslim, orangnya baik-baik. Tapi mereka baik bukan karena “begitulah ajaran agama”. Mereka baik, karena pada dasarnya memang baik. Dalam pergaulan, tidak ada satupun dari teman saya yang memaksakan pandangan keagamaannya. Begitu pula teman-teman yang kurang baik, karena pada dasarnya orangnya memang begitu. Bukan karena ajaran agamanya.

    Nah, soal “perilaku” di sini, yang jadi point adalah ada sekelompok orang yang berbuat sesuatu yang melanggar hak-hak sipil, dengan diback-up oleh suatu ideologi Islam. Sehingga ini menimbulkan pertanyaan: Begitukah ajaran Islam itu? Pokok inilah yang menjadi sorotan.

    Kalau ada orang jahat, tapi atas kejahatannya dia tidak mengatasnamakan Islam, maka tidak akan ada orang yang ambil pusing terhadap Islam. Contoh: Nazarudin itu Muslim, dia koruptor. Nggak ada yang bilang Nazarudin itu koruptor Muslim. Pak Harto itu Muslim, dan selama 32 tahun “menjajah” nusantara dengan KKN-nya. Tidak ada yang bilang Pak Harto “penjahat Muslim”. Karena tidak ada dari mereka yang korupsi mengatasnamakan Islam, maka tidak ada yang mengaitkan antara perbuatan korupsi mereka dengan “ajaran Islam”.

    Kalau ada teroris beragama Islam ngebom gereja, tapi atas perilakunya itu tidak didasari oleh ideologi agama, maka tidak akan ada yang mengaitkan aksi tersebut dengan Islam. Nah, masalahnya, banyak teroris belakangan ini dalam melakukan aksi terornya, diback-up oleh ideologi agama Islam. Maka timbul pertanyaan: Benarkah mereka itu merepresentasikan Islam? Anda boleh saja menyangkal “mereka tidak merepresentasikan Islam”. Oke, silakan. Tapi muncul kembali pertanyaan: Apakah anda merasa bahwa anda sendiri telah merepresentasikan Islam, sehingga memiliki hak/kapasitas untuk bicara seperti itu?

    Apakah memang ummat non muslim di negeri ini bisanya cuma bicara di belakang dan lupa kalau banyak dari mereka hidup, berbisnis bahkan bisnis maksiat seperti di Kota tanpa halangan dari ummat Islam yang jelas mengharamkan kegiatan2 maksiat tsb.

    Anda jangan menyebut “orang Islam” begitu saja dengan parameter KTP atau sekedar melihat kesehariannya dia Islam. Masalahnya bukan pada “orang yang mengaku Islam”. Masalahnya adalah pada: “Adanya ideologi Islam yang keras dan intoleran, yang disebarkan dan dilaksanakan oleh sekelompok Muslim”. Mereka itu bermain di ranah ideologi, jadi mereka memiliki dalil. Bukan sekedar “gerakan”. Pertanyaannya adalah: Apakah ideologi Islam mereka itu merepresentasikan agama Islam yang sesungguhnya atau tidak? Jika ya, maka terima saja jika Islam dicap sebagai agama intoleran. Tapi jika tidak, maka tunjukkanlah mana ideologi Islam yang benar-benar merepresentasikan ajaran Islam. Ingat lho, IDEOLOGI. Kita bicara ideologi, bukan perilaku baik-buruk orang-orang yang kebetulan beragama Islam.

    Sampai saat ini kejadian 9/11 yg nyalahin Islam kan mulut2 kristen itu sendiri tanpa bisa menghasilkan bukti sedikitpun.

    Coba dibaca ini:
    http://au.news.yahoo.com/a/-/world/14828274/indonesian-extremists-praise-9-11-hijackers/

    “They (the hijackers) sacrificed their lives to defend fellow Muslims in Palestine,” Muhammad Fachry, spokesman of the Sharia for Indonesia group, which organised the rally, told AFP.

    Mereka sendiri seperti mengakui kalo pelaku 911 itu Muslim, dan para pelaku melakukan itu untuk membela Muslim di Palestina. Kalau gerakan Islam yang mensyukuri aksi teroroisme itu tidak merepresentasikan Islam, silakan anda bikin koalisi Muslim untuk MENYERET Muhammad Fachry dan organisasinya ke pengadilan karena telah memfitnah Islam sebagai agama teror. Jadi, orang-orang non Muslim ini bisa melihat posisi “umat muslim yang bener” itu di mana.

    Banyak umat Muslim itu bersikap “abu-abu”, yang kalau Islam dituduh teroris, intoleran, bar-bar, senang kekerasan, malah marah dan tersinggung dan membela diri “Islam nggak begitu kok”. Tapi mereka sendiri tidak bersuara lantang untuk mengkritik dan memberi klarifikasi atas perbuatan saudara seimannya itu.

    Setahu saya, sejauh ini, kelompok Muslim yang bersuara lumayan kencang untuk mengkritisi kelompok-kelompok radikal itu cuma Muslim liberal dan NU.

  44. jaing permalink
    September 20, 2012 10:26 pm

    Klo damai kiamat.. Annunaki si yg cool
    slow j jgn disamakan at diseragamkan

  45. Tata permalink
    September 21, 2012 3:51 am

    Rinaldi, Panjang sekali tulisan anda walaupun tetap tak menjawab pertanyaan anda sendiri apakah amerika menginvasi vietnam. Invasi itu adalah memasuki wilayah teritorial negara lain yang diakui kedaulatannya. Jawaban saya jelas amerika secara fisik hadir dan berperang disana, terlepas dari motifnya ingin memberantas ideologi komunis atau apalah. Premanisme amerika ini yg menjadi inti pembicaraan kita kalau anda faham. Dan premanisme ini masih berlangsung hingga sekarang. Kalau anda tidak setuju dengan kelakuan tetangga sebelah rumah anda, apakah anda punya hak utk masuk ke rumahnya dan merubah kelakuannya? Cuma itu kok inti pertanyaan anda sebelumnya. Kenapa jd muter2 bahas detil vietnam utara selatan.

    Mengenai quote2 narasumber anda mengenai 9/11 tentunya kita semua disini bisa google byk narasumber yg tentunya bersumber dari 1001 penulis dunia maya seperti anda yang penuh opini. Kalau saya kelompok teroris sy jg akan klaim byk kejadian terorisme sebagai sy punya perbuatan. Numpang ngetop istilah anak skrg. Tp Apakah ada laporan konklusif dari badan independen yg kredibel yang diakui seluruh bangsa bahwa kelompok muslim yg bertanggung jawab, kecuali laporan palsu pemerintah amerika dan LSM2 yg dibiayai washington. Duta besar amerika utk jepang, wilson, yg ditugasi ke nigeria oleh bush utk membenarkan tuduhan cia bhw irak beli uranium dari nigeria kembali dengan laporan yg menentang laporan palsu cia. Dia disingkirkan tp melawan ke kongres dan menang. Commission hearing menyimpulkan dick cheney, cia, colin powell berbohong atas nuklir irak. Mudah2an riset anda sampai sejauh ini waktu anda ngeblog2. Pak Rinaldi, sy tidak tahu anda kemana saja selama ini. 9/11 dan invasi irak afghanistan sudah disimpulkan oleh senat sebagai kebohongan pemerintahan bush dan cia. Pelaku pembajakan tidak pernah bisa dibuktikan asal usulnya kecuali dibilang adalah anggota al qaeda oleh bush. Al qaeda yg dulunya perusahaan kontraktor sipil keluarga bin laden dimana dick cheney dan keluarga bush melalui haliburton oil co dan carlyle investment ikut menanam saham tiba2 berubah menjadi organisasi teroris oleh bush cs. Osama sendiri kematiannya dirahasiakan amerika. Apa betul itu osama itu yg mati. Hanya hantu yg tahu. Jasadnya disembunyikan amerika dan semua berita seputar itu cuma dari satu sumber, Amerika. Simple logic pak rinaldi, kalau ada org mati di rumah anda dan cuma anda yg serumah dgn dia dan anda dirumah saat dia mati, sejauh apa kredibilitas keterangan anda pada polisi bahwa anda bukan pelakunya? Sama seperti ulasan anda ttg film ini. Anda kristen, ngulas film yg menghina islam, lalu beropini tentang masyarakat islam, di forum kristen, terus mengamini kesimpulan anda sendiri. Naif sekali anda berharap kredibilitas atas tulisan anda. Kenapa anda tidak mengulasnya di opini kompas dengan identitas jelas agar beragam audien bisa merespon? Kalau pernyataan anda benar dan faktual sy yakin tidak akan timbul reaksi negatif pembaca. Sayangnya, banyak blogger menulis di forum kalangan sendiri dan tertutup tanpa identitas karena tulisannya opini belaka.

    Begitu panjang respon anda tak ada jawaban yg jelas terhadap pernyataan2 saya. Islam yg mana sih yg anda maksud di respon panjang anda ini? Kan udah sy bilang apa anda2 kristiani sedang terancam di Jakarta ini oleh tetangga2, kolega2, teman2 anda yg muslim? Jgn bicara FPI. Itu cuma 100 ekor anggotanya dan tak jelas apa semua muslim. Ada 7 juta muslim di Jkt. Yg mana yg menjadi ancaman keseharian anda? 7 juta ini juga yg menjadi tetangga anda, kolega anda, pembantu anda, satpam anda, pelayan restoran anda yg menghidangi alkohol dan babi yg anda makan minum walaupun hati mereka menolak tapi mereka perlu uang utk hidup.

    Teman2 muslim anda baik krn mereka memang baik bukan karena agamanya. Tulisan anda menyinggung muslim karena kami perlu revolusi mental dan anda tidak. Apakah itu karena anda memang jahat pada dasarnya atau agama kristen mengajari anda untuk beropini Teman teman muslim anda baik karena mereka memang baik bukan karena agamanya.

  46. September 22, 2012 6:15 am

    DI dunia ini manusia hidup berdampingan dengan agama yg beraneka ragam. Jangan hina dan usik agama lain kalau Anda memang manusia yang baik. Di Islam, Nabi Muhammad begitu dihormati dan dipuja hingga untuk digambarkan karakternya saja dilarang. Jadi, ketika Yesus diparodikan atau difilmkan yang menyimpang dari pemahaman umum tapi masyarakat Nasrani cenderung adem ayem, ya itu urusan para pemeluk Kristen sendiri. Jangan dibanding-bandingkan ketika kasus yang sama menimpa penganut Islam. Tiap-tiap agama punya standar dan falsafah sendiri dalam pelaksanaannya. Anda boleh-boleh saja menyembelih sapi di Indonesia dan negara-negara lain, tapi jangan coba-coba lakukan itu di beberapa daerah di India. Kalau mau bicara dan bertindak, pikirkan akibatnya bagi semua orang. Tidak setiap orang punya standar dan pemahaman yang sama dengan Anda. Ketika Anda jadi pemimpin pun, jangan samakan gaya berbicara Anda di hadapan para intelek dan ketika Anda berbicara dalam rangka sambutan hari anak nasional.

  47. September 23, 2012 12:09 pm

    @Tata:

    Rinaldi, Panjang sekali tulisan anda walaupun tetap tak menjawab pertanyaan anda sendiri apakah amerika menginvasi vietnam. Invasi itu adalah memasuki wilayah teritorial negara lain yang diakui kedaulatannya. Jawaban saya jelas amerika secara fisik hadir dan berperang disana, terlepas dari motifnya ingin memberantas ideologi komunis atau apalah. Premanisme amerika ini yg menjadi inti pembicaraan kita kalau anda faham. Dan premanisme ini masih berlangsung hingga sekarang. Kalau anda tidak setuju dengan kelakuan tetangga sebelah rumah anda, apakah anda punya hak utk masuk ke rumahnya dan merubah kelakuannya? Cuma itu kok inti pertanyaan anda sebelumnya. Kenapa jd muter2 bahas detil vietnam utara selatan.

    Justru di Vietnam Utara dan Selatan itu masalahnya. Amerika itu menginvasi negara mana? Kalo Amerika masuk ke Vietnam Selatan itu bukan invasi terhadap Vietnam Selatan, lha Amerika kan sekutunya. Yang diperangi itu Vietnam Utara dan Vietkong, bukan Vietnam Selatan.

    Begitu panjang respon anda tak ada jawaban yg jelas terhadap pernyataan2 saya.

    Permasalahan anda saja tidak jelas.

    Kan udah sy bilang apa anda2 kristiani sedang terancam di Jakarta ini oleh tetangga2, kolega2, teman2 anda yg muslim?

    Saya bukan Kristen. Ini saja tuduhan tidak berdasar. Anda marah kalau umat Muslim dituduh yang bukan-bukan, tapi anda sendiri main tuduh sembarangan. Coba ngaca.

    Tulisan anda menyinggung muslim karena kami perlu revolusi mental dan anda tidak.

    Cara anda beropini jelas menunjukkan anda juga perlu revolusi mental.

  48. September 23, 2012 12:17 pm

    @Lambang Puspito:

    Anda boleh-boleh saja menyembelih sapi di Indonesia dan negara-negara lain, tapi jangan coba-coba lakukan itu di beberapa daerah di India.

    Kalau mengikuti logika anda, maka tentu sah-sah saja menghina Nabi di wilayah negara yang konstitusinya liberal, karena konstitusi yang liberal tidak memandang agama (agama apapun, termasuk Islam dan Kristen) sebagai sesuatu yang “tidak boleh dinista”.

    Kasus “Innocence of Muslims” itu terjadi di wilayah hukum Amerika Serikat, bukan di wilayah hukum negara Arab Saudi, Iran, Mesir, Pakistan atau Indonesia. Ini harus anda pahami dan ingat. Maka dari itu serahkan saja pada kedaulatan hukum di negara tersebut. Kalau menurut hukum negara tersebut, perbuatan membuat film “Innocence of Muslims” itu tidak termasuk tindakan kriminal, maka kita harus hormati konstitusi dan kedaulatan mereka. Lain halnya kalau tindakan membuat film tersebut terjadi di Arab Saudi, Iran, Pakistan atau Mesir misalnya.

    Mengikuti logika yang anda tawarkan: Dulu, Geert Wilders membuat film “Fitna”. Secara moral, dia dikecam parlemen Belanda. Tapi secara hukum, Wilders tidak bisa dipersalahkan karena perbuatannya tidak melanggar hukum Belanda tentang kebebaasan berekspresi. Bukan “Islam”-nya di sini yang jadi point, tapi soal “penghinaan agama”. Andai Wilders buat film serupa untuk menjelek-jelekkan Kristen misalnya, dia juga tidak akan dihukum karena konstitusi Belanda yang liberal.

  49. rivaldho indigho camellho permalink
    September 25, 2012 6:12 am

    islam tidak mengajarkan umatnya untuk mengurus agama yang lain….”bagimu agamamu ,Bagiku agama ku”
    di islam di anjurkan mempercayai kitab selain al-qur’an.(taurah,zabur dan injil).malah kitab taurat,zabur dan injil itu.pemahamannya terdapat dalam alqur’an….untuk menyebaran agama sudah di sebarkan oleh NABI MUHAMMAD SHOLALLAHU’ALAIHI WASSALAM dan para sahabatnya pada masa itu…sekarang tergantung pada umat mau ikut apa tidak….karna yang menyelamatkan diri kita itu bukanlah orang lain..tetapi kita sendiri…kalau kita punya pikiran ..maka berpikirlah untuk mengkaji mungkinkah ada makhluk yang bisa membuat dunia ini?mungkinkah yang maha pencipta itu mempunyai bentuk?dan yang terpenting….bagaimana tubuhmu bernafas?????
    kemudian,,.kenapa umat yang lain sangat hoby sekali mencampuri urusan islam…(kecuali ingin mempelajari secara positif)tetapi tujuan apa membuat film yang sangat bertentangan dengan agama islam???saya rasa hukum manapun sudah mengatur untuk tidak menimbulkan kekacauan yang berkaittan dengan sara…dan sedikit yang paham mengenai pembuatan film yang heboh sekarang ini….kalau pembuatan film tersebut di konsumsi oleh pembuatnya itu sah sah saja….YANG JADI MASALAHNYA KAN DI PUBLIKASIKAN MELEWATI INTERNET…YANG SUDAH PASTI TEKONSUMSI OLEH RAKYAT DINEGARA MANAPUN…..tujuan dari pembuatan filem ini adalah untuk merusak akidah generasi muda islam..yang seyogya nya …menjadikan islam itu diubah oleh tangan manusia…

  50. rivaldho indigho camellho permalink
    September 25, 2012 6:36 am

    bung autho rinaldi….sedikit saya komentari tulisan anda…sebagian saya suka dan sebagian lagi saya kurang suka…yaitu mengenai anda menyebutkan…(kenapa umat islam marah mengenai pembuatan filem..sementara yg dulu pernah menghujat kristen umat kristen gak marah…)
    saya rasa hal seperti itu gak perlu di tulis…sebb akan memprofokator…
    kemudian rakyat manapun memang bebas untuk berkarya….tapi kenapa harus membuat hal yang bersangkutan dengan kepercayaan umat???????????????????????????silahkan buat tapi jangan di publikasikan……umpamanya anda suka makan bangkai jangan suguhi orang lain…….sebab orang akan marah ..sebab orang gak suka makan bangkai…….
    diindonesia saja umpamanya…kan ada beberapa yang suka makan babi yang diharamkan islam…toh islam tak ribut…..biasa aja….(tapi filem innocience of moslem ini)sangat mempekeruh suasana……ANDA HARUS TAU SAYA SIAP MATI UNTUK AGAMA SAYA ….ISLAM TAK PERNAH CARI MASALAH……
    KALAU YANG DILUAR ISLAM ITU MENGKRITISI ISLAM SILAHKAN……TAPI JANGAN MELALUI MEDIA MASA..KAN ANDA JUGA TAU TIDAK SELURUH NYA UMAT YANG PAHAM …JADI BAGI ANDA ANDA YANG INGIN MENGKRITISI ISLAM SILAHKAN KEPADA YANG MENGERTI SECARA DALAM…contoh nya ke pondok pesantren manapun di indonesia…atau langsung kepada ustad atau syeh yang ada didunia ini…..mengapa harus lewat media ..jadi yang selalu mengkritisi islam lewat media masa itulah yang sebenarnya ingin merusak islam….

  51. September 25, 2012 11:03 pm

    Anda tidak menangkap maksud saya, atau logika Anda yang tidak sejalan dengan logika saya.

    “Anda boleh-boleh saja menyembelih sapi di Indonesia dan negara-negara lain, tapi jangan coba-coba lakukan itu di beberapa daerah di India.”

    Kalimat di atas tidak ada hubungannya dengan suatu daerah atau wilayah atas suatu peristiwa, tetapi lebih menunjukkan bahwa suatu budaya/ajaran/agama mempunyai falsafah yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain. Sebenarnya hampir mirip dengan peribahasa “Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung”. Kalimat di atas kan mengikuti kalimat-kalimat di bawah ini:

    “Di Islam, Nabi Muhammad begitu dihormati dan dipuja hingga untuk digambarkan karakternya saja dilarang. Jadi, ketika Yesus diparodikan atau difilmkan yang menyimpang dari pemahaman umum tapi masyarakat Nasrani cenderung adem ayem, ya itu urusan para pemeluk Kristen sendiri. Jangan dibanding-bandingkan ketika kasus yang sama menimpa penganut Islam. Tiap-tiap agama punya standar dan falsafah sendiri dalam pelaksanaannya.”

    Pembuat IoM pasti tahu bahwa film ini akan menimbulkan masalah besar, pertanyaannya kenapa tetap dibuat dan edannya lagi bisa muncul di internet? Kalau hanya dipertontonkan di lingkungan Yahudi atau Kristen untuk meyakinkan para penganutnya sebenarnya tidak masalah. Sudah jelas bahwa pembuatan IoM dari awal memang niatnya untuk provokasi.

  52. September 27, 2012 12:01 am

    @Lambang Puspito:

    “Anda boleh-boleh saja menyembelih sapi di Indonesia dan negara-negara lain, tapi jangan coba-coba lakukan itu di beberapa daerah di India.”

    Kalimat di atas tidak ada hubungannya dengan suatu daerah atau wilayah atas suatu peristiwa, tetapi lebih menunjukkan bahwa suatu budaya/ajaran/agama mempunyai falsafah yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain. Sebenarnya hampir mirip dengan peribahasa “Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung”. Kalimat di atas kan mengikuti kalimat-kalimat di bawah ini:

    Andalah yang tidak konsisten dengan logika anda sendiri. Justru karena mengikuti logika anda “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung-lah” umat Muslim tidak seharusnya memprotes film tersebut. Karena film tersebut dibuat di “bumi Amerika” di mana konstitusinya liberal. Orang bisa mengolok-olok materi agama apa saja.

    Hukum positif itu melihat wilayah, bukan melihat kepenganutan agama.

    “Di Islam, Nabi Muhammad begitu dihormati dan dipuja hingga untuk digambarkan karakternya saja dilarang. Jadi, ketika Yesus diparodikan atau difilmkan yang menyimpang dari pemahaman umum tapi masyarakat Nasrani cenderung adem ayem, ya itu urusan para pemeluk Kristen sendiri. Jangan dibanding-bandingkan ketika kasus yang sama menimpa penganut Islam. Tiap-tiap agama punya standar dan falsafah sendiri dalam pelaksanaannya.”

    Hukum positif itu melihat wilayah, bukan melihat kepenganutan agama. Nggak peduli seseorang itu agamanya apa, yang dilihat “dia tinggal di wilayah hukum mana?”

    Pembuat IoM pasti tahu bahwa film ini akan menimbulkan masalah besar, pertanyaannya kenapa tetap dibuat dan edannya lagi bisa muncul di internet?

    Silakan tanyakan pada yang membuat. Saya sendiri tidak terlalu tertarik dengan materi film tersebut yang dibuat secara amatiran. Saya tidak menyoroti materi filmnya, yang saya soroti adalah sikap mental umat Muslim dalam menghadapi fenomena demikian.

    Anda dan umat Muslim perlu sadar juga, sekarang ini jaman informasi. Jaman internet. Siapapun dan darimanapun bisa dengan mudah mengupload konten-konten menghina agama. Kalau boleh saya kasih perimbangan, di FB itu juga banyak kok fanpage-fanpage Islam yang menghina Kristen, dan itu harus anda akui. Emangnya orang Muslim baik-baik semuanya? Sikap saya sama saja dengan fenomena IOM: Jangan terlalu diambil pusing.

    Lagipula, yang bikin IOM juga ternyata orang Kristen keturunan Mesir (bukan orang Yahudi yang selama ini digembar-gemborkan) yang kesehariannya tidak terlalu religius.

    Kalau hanya dipertontonkan di lingkungan Yahudi atau Kristen untuk meyakinkan para penganutnya sebenarnya tidak masalah. Sudah jelas bahwa pembuatan IoM dari awal memang niatnya untuk provokasi.

    Saya sependapat dengan anda. Memang sepertinya tujuan awal film ini untuk memprovokasi. Makanya, jangan terprovokasi. Kalau umat Islam terprovokasi, berarti umat Islam sendiri yang menggolkan tujuan pembuatan film tersebut. Dan bukan mustahil akan ada film-film atau materi serupa yang dibuat di kemudian hari.

  53. henri sanada permalink
    September 27, 2012 8:17 pm

    ngapain sih pada sewot? apakah anda sudah `bercermin` sebelum berbicara /protes ?

  54. deli permalink
    November 4, 2012 3:47 pm

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
    Bapak/ibu Ɣƍ menulis artikel ini,sepertinya anda bukanlah seorang muslim..jika anda seorang muslim tentulah anda tidak akan berbicara sedemikian..sepertinya anda pintar,tp anda terlalu bodoh untuk membuat artikel semacam ini.

    Islam dªή kristen tentu berbeda dalam hal keyakinan dªή kecintaan terhadap Tuhannya.orang kristen boleh saja bilang “Ɣƍ penting ∂ï hati percaya yesus” terserah dia ♏αΰ punya keyakinan apa..sedangkan kami Ɣƍ beragama Islam,mencintai اللّهُ SWT ∂ï atas segala2nya,sedangkan memuliakan Rasullullah adalah perintah dari اللّهُ SWT.Dalam hal ini namanya mencintai tdklah cukup dimulut saja,tanpa ∂ï iringi perbuatan Ɣƍ mencerminkan kecintaan terhadap Nya..itu sama saja dengan MUNAFIK.
    Karena rasa cinta kami umat muslim terhadap اللّهُ SWT dªή Rasullullah SAW,tentulah kami umat muslim akan marah dªή kecewa,jika اللّهُ SWT dªή Rasullullah SAW ∂ï hina dªή ∂ï olok2 oleh mereka Ɣƍ tidak faham dªή tidak tahu siapa nabi Muhammad SAW.

    Nabi kami Muhammad SAW adalah insan Ɣƍ utama,petunjuk jalan kebenaran..dªή kami mencintai dªή memuliakan beliau.
    Tentulah kami marah karena cinta kasih kami terhadap beliau..semoga اللّهُ SWT memberi hidayah kepada anda.

    wassalam..

  55. LEV permalink
    November 5, 2012 3:53 pm

    Sebenarnya Bung Rinaldi tidak perlu mengingatkan mereka akan hal ini, supaya mereka semakin terdepan dalam hal kebodohan. Orang bodoh itu sangat mudah dikalahkan. Salam oportunis :)

  56. ted permalink
    February 6, 2013 8:29 am

    orang yang nulis kaya begini nih,agama orang ini agama iblis…hati hati coy

  57. Rovan permalink
    February 6, 2013 7:46 pm

    Kenapa kok banyak orang kristen mengkritisi umat Islam dipermasalahkan?

    karena kalau umat Islam itu sendiri yang protes sudah keburu diredam kalau bukan dikritik.

    Orang murtad saha ancamannya bisa sampai dibunuh, heran gitu masih dilindungi dengan alasan “orangnya yang salah”.

    Kalau menganggap Arab itu salah, coba dong ibadah islamnya ngga pake tata orang arab punya, berani nggak?

    Kalau ngga ngga usah banyak bacot lah yang “ngerasa muslim” disini. Sok suci itu memuakkan, tau ngga?

  58. Halma permalink
    February 21, 2013 11:53 am

    membela agama itu wajib. Tuhan itu harus dibela kalau tdk maka berarti anda tdk beragama, atau setidaknya anda tidak percaya dgn agama anda. kalau anda merasa agama anda benar pasti akan marah kalo agama anda dinistakan.

  59. February 24, 2013 10:44 pm

    Tuhan yang masih harus di bela berarti tuhan yang lemah dong.

  60. Mr.nunusaku permalink
    February 27, 2013 8:18 pm

    Bedahnya antara muslim dan non muslim;
    bilah islam dan Muhammad dilecehkan, umat muslim sedunia lekas anarkis karena roh-roh setan senantiasa berada dalam kehidupan muslim….lekas marah lalu mau membunuh…karena meraka adalah pengikut ajaran setan.

    Kalau non muslim yang Jesus dihinahkan dan lecehkan…, mereka tidak anarkis tidak ada sikap harus membunuh lawan, karena Roh-Roh kebenaran dan kesabaran berada dalam kehidupan non muslim dan tetap berdoa dan menyerahkan segalanya dan kekuasaan Allah yang maha esa.

    Lihat aja buku-buku tentang penghinan terhadap iman kristiani dijual ditoko-toko buku di Indonesia, kalau penghinaan terhadap islam dan Muhammad dilarang beredar di Indonesia.

    Jadi iman non muslim sangat kuat tak perlu mengambil tindakan kekerasan seperti setiap muslim lakukan…? karena iman orang kresten mengikuti petunjuk dari Jesus…saat Jesus diatas kayu salim malah dia berdoa:
    Ya Bapa ampuni mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka buat.

    Kalau nabi Muhammad menjelang kematiannya, dia mengutuk Jahudi….mengapa dia mengutuk Jahudi mengapa tidak berdoa seperti Jesus…..Ya Allah SWT ampunilah mereka karena tidak tahu apa yang mereka buat…?

    perbedaan iman dalam mengatasi segala masalah…..yang lain harus membuat anarkis tetapi tetap tenang dan berdoa karena keyakinan mereka, segala blasan ada dalam kekuasaan Allah.

  61. rony permalink
    March 24, 2013 10:59 am

    YA ALLAH BERIKANLAH HIDAYAHMU BAGI ORANG2 YG SESAT , Allahumma Salli wa Sallim ‘ala Sayyidina Muhammad

  62. March 24, 2013 6:04 pm

    Maaf, saya tidak menerima hidayah tanpa seijin RT/RW setempat. Terima kasih.

  63. Marthin Luther permalink
    April 19, 2013 10:46 pm

    musuh terbesar yahudi adalah “kristen” jadi pantaslah banyak parodi2 yang dibuat oleh yahudi menyinggung yesus tak digubris oleh bangsa white skin karena yahudi sudah berhasil menghancurkan agama kristen di masyarakat barat. termasuk lengsernya paus karena skandal sex dengan anak2 dibawah umur dan juga korupsi (bahkan telah dibukukan) “ngakunya paus sdh tua” semua yahudi yang mengatur. jika orang muslim spontan marah kalau nabinya dihina, wajar. nabi sendiri melarang umat nya menghina sahabat2 beliau. jadi intinya di eropa maupun amerika agama kristen sudah tamat. dan untuk umat islam harus berterima kasih kepada yahudi yang sdh menghacurkan agama pecundang ini. dan sekarang yahudi mengekspor sekte “Yehova” ke indonesia dan negara2 lainnya. bahkan di amerika sekarang banyak situs di youtube seperti ” david duke, westernvoice,brothernathanel dll yang mencoba menyadarkan kristen putih untuk bangkit melawan dominasi yahudi, yang sudah menghancurkan nilai2 ajaran kristen. tapi kelihatannya sudah terlambat. karena semuannya sudah dibawah kontrol yahudi mulai dari : tombol senjata nuklir,perbankan,media,fbi,cia,vatikan,pbb,entertaiment,peredaran narkoba,pornografi,google dibawah erich smith dan masih banyak lagi. jadi bravo yahudi sebagai saudara bangsa arab satu bapak lain ibu yang sukses mengancurkan agama kristen.

  64. May 7, 2013 11:59 am

    yah sebaik-baik agama, yang bikin rusak ya orang-orangnya.

  65. Nurul Hidayatun permalink
    May 8, 2013 11:07 am

    Salut sama tulisan2nya.
    Bener, beginilah bangsa, umat tercinta kita.
    Dah lama berniat menuliskannya, sekedar mengungkapkan kegatalan pikiran daripada gerundelan sendiri, tapi belum sempat.
    Eh ketemu blog anda, jadi merasa terwakili.

    Salam damai,
    Nurul

  66. aktifo permalink
    July 6, 2013 12:13 pm

    umat muslim yg ngerti agamanya ga bakal rela Islam di fitnah… seperti penggambaran wajah Rasulullah karena emang ga boleh agar jgn di kultuskan… beda dgn kristen yg sudah terbiasa dgn gambaran seorang tuhan yg cuma pake kolor dan di gebukin org n di jemur masa….

  67. Nuroe permalink
    December 30, 2013 1:41 pm

    Dalam islam itu dari Nabi Adam A.S sampai Nabi Muhammad SAW tidak ada wajahnya di munculkan.
    KENAPA NABI TIDAK BOLEH DI GAMBAR,DILUKIS, DAN DI PATUNGKAN langsung saja

    Pada zaman nabi Muhammad memang belum ada kamera atau video yang bisa menampilkan wajah asli manusia.

    Lalu, jikapun pada zaman nabi muhammad SAW sudah ada video atau kamera seperti sekarang, bukan berarti wajah nabi bisa di rekam atau di potret.

    Pada zaman rasul bukan berarti pula tidak ada pelukis atau ahli seni yang tidak bisa membuat lukisan rasulullah. Sejak awal sampai sekarang ada kesepakatan bahwa fisik Rasulullah itu haram digambar dan/atau dipatungkan karena khawatir gambar, lukisan, atau patung beliau akan diperlakukan sebagai berhala, yang akan disembah oleh umat Islam. Lalu bagaimana jika menggambar Nabi tidak untuk tujuan sebagai sesembahan?. Hanya ingin menggambarkan kira-kira seperti apa wajah rasul dan untuk menambah rasa cinta terhadap rasul?. Mari kita simak sejarah ini. Nabi Muhammad memimpin penghancuran 360 patung yang terdapat di Ka’bah, padahal, konon, di antara patung-patung itu terdapat patung Nabi Ibrahim dan Ismail, yang merupakan bapak moyang beliau sendiri. Ini dikarenakan agar “sejarah tidak terulang” untuk yg kesekian kalinya yg mungkin akan menimpaumatnya sehingga menjadi sesat.

    Dari contoh penghancuran berhala itu bisa diambil sebuah logika bahwa melukis atau mematungkan nabi memang tidak dibenarkan dalam Islam, baik demikepentingan sejarah atau pun untuk tujuan seni belaka. Hal itu ‘diundangkan’ bukan karena fisik nabi dianggap sakral, tapi karenafisik seorang nabi sama sekali terpisah dari misinya; sementara kebanyakan manusia – apalagi yang dimabuk cinta buta – sering tidak mampu memilah. Bahkan kita– karena kurang kedewasaan, mungkin – sering terjebak dalam pesona keindahan lahiriah yang sebenarnya rapuh dan fana. Al-Quran memang tidak memuat larangan penggambaran fisik nabi secara langsung. Tapi jelas di situ bahkan ada larangan mengklaim Nabi Muhammad sebagai pusat keturunan. Misalnya seperti yang tersirat dari Surat Al- Ahzab ayat40 yang

    artinya:“Muhammad itu bukan (untuk diklaim sebagai) bapak seorang lelaki di antara kalian. Dia hanyalah seorang rasul, yakni penutup dari para nabi.”

    Karena beliau ‘hanya’ seorang rasul, yang akhlaknya (kepribadiannya ) merupakan hasil dari didikan Allah sendiri, maka satu-satunya yang layak diketengahkan adalah misinya untuk ‘menularkan’ pendidikan ahklak itu. Dan untuk itu, umat Islam sama sekali tidak membutuhkan sebuah gambar atau patung yang diusahakan semata-mata untuk merekonstruksi sebentuk tubuh, yang secara keseluruhan pastilah tidak berbeda dari kita semua..

  68. Nuroe permalink
    December 30, 2013 1:42 pm

    Kenapa lukisan wajah asli Nabi Muhammad tidak ada?

    jawaban simple-nya: saat Nabi Muhammad SAW hidup, tidak ada seorang pun yang pernah melukis wajahnya, dan juga kamera foto belum lagi ditemukan.
    Jadi itulah sebenarnya duduk masalahnya. Dan dengan masalah itu sebenarnya kita harus bangga. Sebab keharaman menggambar wajah nabi SAW justru merupakan bukti otentik betapa Islam sangat menjaga ashalah (originalitas) sumber ajarannya.

  69. Nuroe permalink
    December 30, 2013 1:42 pm

    “Janganlah kalian menyanjungku berlebihan sebagaimana orang-orang Nashrani menyanjung Putera Maryam, karena aku hanya hamba-Nya dan Rasul utusan-Nya.” ( HR. Ahmad dan Al-Bukhori )
    Itulah sebab utama kenapa Umat Islam bersikeras melarang melukis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu dalam rangka menjaga kemurnian ‘aqidah tauhid.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 30 other followers

%d bloggers like this: