Sapere aude!

Hizbut Tahrir dan Kebebasan Berpendapat

Posted in Commentary, Discourse by Rinaldi on September 25, 2008

Hizbut Tahrir Indonesia - Ilustrasi.

Oleh Rinaldi

BENARKAH Hizbut Tahrir menghargai perbedaan pendapat?

Simaklah situs berikut ini: http://hizbut-tahrir.or.id/ , baca artikel-artikelnya, kemudian perhatikan aneka tanggapan yang hadir di sana. Semuanya bernada setuju terhadap artikel yang dimuat, dan kepada pandangan Hizbut Tahir pada umumnya. Dari fakta ini bolehlah kita berasumsi positif dulu bahwa memang tidak ada atau “jarang” ada penanggap yang berseberangan ideologi dengan HT. Namun bagi yang sudah berpengalaman memberi tanggapan kontra di situs tersebut, asumsi itu bisa dikatakan keliru.

Beberapa waktu yang lalu, saya memberikan sebuah counter-opinion untuk menanggapi sebuah artikel di situs HT. Sekian lama tidak kunjung di-approve. Saya beri lagi tanggapan senada pada artikel yang lain, dan nasibnya hampir sama. Dan begitu terus, hingga telah sekian banyak artikel di situs HT yang saya beri tanggapan kontra, tidak ada satupun yang diapprove. Saya masih mencoba berprasangka baik, mungkin redaktur masih sibuk dan belum sempat mengedit tanggapan yang masuk. Namun setelah saya analisa, ternyata tidak juga. Banyak penanggap yang tanggal uploadnya sama, atau bahkan lebih terkini, dimuat.

Setelah lebih cermat diteliti, nampaknya memang “ada yang salah” dengan redaksi situs HT. Bahwa memang tak ada satu pun komentar kontra yang dimuat. Jadi nampaknya bukan saya saja yang mengalami nasib demikian. Nah, yang jadi pertanyaan: ada apa dengan Hizbut Tahrir? Ada apa dengan pengikutnya? Ini jelas berbeda jika anda membaca artikel-artikel di situs http://islamlib.com/id , tanggapan terhadap artikel-artikel di situs itu sangat berwarna-warni. Baik yang pro maupun kontra dimuat. Redaksi memang tak perlu menampilkan semua komentar yang masuk, tapi dari komentar yang termuat rasanya tiap kelompok sudah terwakili. Kebebasan berpendapat demikian juga dapat disaksikan pada situs blog pribadi Ulil Abshar Abdalla, http://ulil.net/

Tentu kita harus sadar, kebebasan berpendapat tidak mengharuskan redaksi untuk memuat semua tanggapan yang masuk, juga bukan berarti penanggap bebas berkata-kata tidak sopan. Tetapi jika kenyataannya hanya tanggapan yang “enak didengar” saja yang dimuat, maka jelas sudah, tidak ada niat baik untuk bertukar pemikiran. Dengan sikap itu, redaksi situs HT terlihat ingin menciptakan kesan bahwa ide-idenya banyak didukung orang. Sehingga publik awam yang membaca artikel di situs tersebut dapat mudah dipengaruhi oleh “kebenaran ideologis” HT, tanpa tahu bagaimana celah dan kritik-kritik terhadap ideologi tersebut. Sikap mental ini tentu menjadi lebih berbahaya jika HT memegang kendali pemerintahan dengan “Daulah Khilafah”nya. Bisa dibayangkan, akan ada monopoli tafsir keagamaan, pemaksaan nilai-nilai, dan yang lebih parah namun mungkin terjadi adalah pembungkaman -bahkan fatwa mati – terhadap para pemikir yang ide-idenya -terutama mengenai agama Islam- berseberangan dengan “tafsir resmi” pemerintah. []

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: