Sapere aude!

Rendra, Mualaf, dan Cara Dakwah Swaramuslim

Posted in Uncategorized by Rinaldi on October 31, 2009

[Catatan: Ini tulisan lama sebenarnya. Ditulis untuk diupload ke sebuah mailinglist beberapa waktu yang lalu, dalam tema meninggalnya sastrawan Rendra.]


rendra

(alm) W.S. Rendra.

SEBAGAIMANA pariwara komersil, para pendakwah agama rupanya menyadari bahwa “beriklan” dengan metode memaparkan kesaksian, adalah salah satu metode mujarab untuk menciptakan opini publik bahwa “produk” yang ditawarkan lebih bagus dari lainnya. Ini dilakukan oleh tim dakwah Swaramuslim.net dengan membuat rubrik khusus di situsnya, yang bertema berita tentang para mualaf. Kebetulan, kali ini mereka mengangkat soal kemualafan alm. W.S. Rendra.

Perlu saya tegaskan, saya menghargai keputusan alm. W.S. Rendra untuk memeluk agama Islam berdasarkan pengalaman-pengalaman pribadinya. Saya juga menghargai dan memahami keputusan siapapun untuk mengubah agamanya, baik yang convert to Islam, maupun sebaliknya, yang meninggalkan Islam. Dalam tulisan ini, saya tidak bermaksud menekankan pembahasan pada kemualafan Rendra atau siapapun, melainkan hanya ingin mengomentari sedikit mengenai cara dakwah Swaramuslim.net, atau media agama lain apapun yang memiliki semangat sejenis, yang menurut saya “ketinggalan jaman”.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan reportase tentang konversi agama, apalagi pada sebuah media keagamaan, sejauh itu memang sebuah kenyataan. Namun yang tampak menggelikan dalam kasus ini adalah, tendensi menjadikan hasil reportase tersebut sebagai pembenaran mengenai keunggulan teologi agama yang bersangkutan. Sementara, kita dihadapkan pada kenyataan bahwa “pengalaman spiritual” selalu bersifat relatif.

Swaramuslim menulis tentang sastrawan Rendra yang diberitakan memeluk agama Islam setelah sebelumnya beragama Katolik. Kita bisa menduga kuat, bahwa opini publik yang ingin dibentuk atas testimoni tersebut adalah, YA, bahwa Islam lebih benar dari agama Katolik dan agama manapun.

Apakah ini sebuah metode dakwah yang bijak dan mencerahkan?

Saya pikir tidak. Sebab, jika testimoni seperti itu kita jadikan sebagai ukuran kebenaran sebuah agama, maka konsekwensinya kita akan dihadapkan pada testimoni-testimoni lain yang mungkin malah menunjukkan hal yang sebaliknya.

Contoh kecil, majalah Kristen Narwastu pernah mengangkat testimoni pelawak Srimulat Polo, bagaimana dia beralih ke iman Kristen dari yang sebelumnya beragama Islam. Kemudian, fisikawan ternama Albert Einstein pernah berkata, bahwa hanya agama Buddha yang memenuhi deskripsinya mengenai agama modern.

Johnny Indo, seorang mantan penjahat terkemuka di Indonesia, akhirnya masuk Islam. Tetapi Kusni Kasdut juga mantan penjahat, dan akhirnya menjadi Katolik. Leopold Weiss, seorang Yahudi Hongaria tertarik kepada Islam dan akhirnya menjadi mualaf. Tetapi Mossab Hasan Yusuf, anak petinggi HAMAS malah beralih ke Kristen, dari sebelumnya beragama Islam. Wartawati Inggris, Yvonne Ridley, tertarik kepada Islam dan akhirnya memeluk Islam. Tetapi Alexandra David Neel, yang sama-sama perempuan Eropa, malah tertarik kepada agama Buddha dan memeluk agama itu. Umat Islam boleh jengkel dengan sosok seperti Ibn Warraq, murtadin agnostik yang rajin mengkritisi Islam. Saya kira, Kristen juga merasakan hal yang sama terhadap apa yang dilakukan George Bernard Shaw, ex-Kristen yang menjadi ateis, yang lantas obral kritik terhadap Bible. Tetapi, apakah karena dua orang tersebut, maka Islam dan Kristen menjadi mutlak salah atas agnotisisme dan ateisme?

Sedikit kisah-kisah konversi agama di atas adalah bukti bahwa pengalaman spiritual pribadi, membawa ke arah minat yang berbeda terhadap religiusitas. Dan pada akhirnya, musuh agama adalah penyakit hati, bukan “agama lain”. []

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: