Sapere aude!

Agamawan dan Moralitas

Posted in Commentary by Rinaldi on August 7, 2011

Kemunafikan.

Author:  Rinaldi

SELAMA ini, para agamawan gemar sekali teriak-teriak “moral”. Utamanya, mereka mengecam seks bebas dan perzinahan. Juga menyalahkan sekulerisme dan liberalisme atas segala kerusakan moral, seraya menawarkan nilai-nilai agama sebagai solusi satu-satunya.

Tetapi tahukah anda, banyak sekali pelecehan seksual justru terjadi di lingkaran dalam para agamawan tersebut? Konyol memang, tapi ini kenyataan. Saya searching di google, hasilnya mengejutkan. Ternyata mudah sekali menemukan berita pelecehan seksual yang dilakukan entah guru ngaji, pendeta, pastor, atau pemuka agama lainnya. Berikut kliping beritanya:

Cabuli Santriwati, Ustad Muda Ditangkap Polisi

“Ilyas (35), pengasuh Pondok Pesantren Barokah, Desa Masangan Kulon, Kecamatan Sukodono harus mendekam di tahanan Polres Sidoarjo.  Ustad tersebut ditangkap polisi karena diduga mencabuli santriwatinya secara bergiliran dengan dalih mengajarkan ilmu kekebalan”.

Ustad Cabuli Santrinya

“Sudah sejak 2005 kita mendengar bahwa Ustad Imbar Mulyono ini sering melakukan pelecehan seksual terhadap santrinya,” kata Abdullah Kasim, tokoh masyarakat setempat saat ditemui di Gadel Tengah, Rabu (24/3”).

Guru Ngaji Itu Cabuli 14 Muridnya

“Seorang guru ngaji, AS (26), warga Kp Cimareme, Desa Sukatani, Kec. Surade, Kab. Sukabumi, ketahuan telah melakukan perbuatan tak senonoh dengan mencabuli 14 murid perempuan mengajinya. Atas perbuatannya tersebut, AS harus meringkuk di Mapolsek Surade”.

Diduga Cabuli Anak Didik, Guru Ngaji Diciduk Polisi

“Seorang guru ngaji dilaporkan ke polisi karena diduga melakukan pelecehan seksual kepada dua anak didiknya. Sang guru ngaji, Ahmad Afandi, 29 tahun, warga Jalan Teuku Umar, Karawaci, Kota Tangerang, memperdaya anak didiknya agar bisa memasukan jari ke bagian vital korban yang masih berusia 10 dan 12 tahun”.

Guru Ngaji Cabuli Belasan Santrinya

“Abidin (36) warga Plososari, Desa Sumur, Kecamatan Brangsong, Kendal, Jawa Tengah, diduga mencabuli 11 murid ngajinya. Ia digelandang warga ke Polsek Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (23/1)”.

Lakukan Pelecehan Seksual, Mahasiswi Tuntut Pendeta

“Ratusan mahasiswi Bible Vroum HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) Laguboti, Kabupaten Toba Samosir, Sumatra Utara, Jumat (29/1), mendatangi kantor pusat HKBP di Pearaja Tarutung, Tapanuli Utara. Sambil membawa poster, kedatangan para mahasiswi untuk menuntut penonaktifan SH, seorang pendeta dan doses di kampus mereka. Sebab, sang dosen diduga telah melakukan pencabulan dan pelecehan seksual terhadap 19 mahasiswi yang dimulai pada November 2009”.

Pelecehan Seksual, Pastor di Cile Dihukum 10 Tahun Penjara

“Ricardo Munoz dihukum 10 tahun penjara oleh pengadilan di Melipilla yang terletak 60 kilometer sebelah barat ibukota Cile, Santiago. Bukti-bukti di pengadilan menunjukkan bahwa Munoz, seorang pastor paroki setempat, melakukan kekerasan seksual terhadap empat anak berusia 16 dan 17 tahun dan membayar mereka dengan uang”.

Kasus Pelecehan Seksual Pendeta Irlandia

“Pelecehan seksual terhadap anak yang dilakukan oleh pendeta di Irlandia adalah sebuah ‘tantangan memalukan’. Demikian ujar Kardinal Tarcisio Bertone, Orang terpenting kedua di Vatikan”. 

Lagi, Pastor Melakukan Pelecehan Seksual

 “Seorang pastor gereja Katolik di Honduras, Manuel Serrano saat ini terus menjalani proses persidangan atas kasus pelecehan seksual yang dia lakukan terhadap pembantu rumah tangganya. Meski vonis sudah diputuskan, Serrano terus mengikuti proses banding atas kasusnya. Demikian diberitakan AFP, Kamis (4/8)”.

****

Ketika aksi tidak bermoral tersebut dilakukan oleh kalangan agamawan, saya yakin banyak para fanatik agama akan bilang “ah itu kan oknumnya saja”.

Bagi mereka, jika kebejatan itu berada di dalam kerangka ideologi sekulerisme dan liberalisme, maka ideologinya yang disalahkan. Tetapi jika segala kebejatan macam itu berada di dalam kerangka ideologi agama, maka oknum-nya yang disalahkan.

Bayangkan jika aneka pelecehan seksual seperti tersaji dalam kliping berita di atas itu dilakukan oleh seorang ateis, pasti lain kilahnya: “Itu loh, ateisme bikin orang jadi bejat. Karena mereka tidak kenal tuhan. Makanya kita harus bertuhan agar tidak bejat seperti mereka.”

Jika itu dilakukan oleh preman dan pemuda tanggung, keluarlah nasihat-nasihat sok bijak: “makanya, dekati agama agar anda tidak berbuat bejat”.

Jika itu dilakukan oleh pemuka agama lain, pasti ngomong: “ih, pemuka agama anu bejat yah masa bocah disodomi? Pasti agamanya bikinan manusia”.

Ketika pada gilirannya aneka kebejatan tersebut menimpa pemuka agama dari kalangan agama sendiri, ngomongnya beda lagi: “Ah, itu kan oknum-oknumnya saja.”

Ciri menonjol mental agamis-fanatis itu adalah selalu merasa superior dan tidak mau kalah.

Ariel berzinah, kaum agamis sok bermoral berdemo habis-habisan. Tapi bagaimana dengan guru ngaji, ustad, pendeta, atau pastor di atas? Sudikan para agamis berpanas-panas mendemo mereka-mereka itu, selayaknya mereka mendemo pengadilan Ariel?

Ada baiknya jika semua berita tentang pemuka agama yang berbuat cabul itu dikliping, dan jika ada pemuka agama di lingkungan kita yang sok suci dan sok ceramah soal moral, apalagi sok mengkritik liberalisme dan sekulerisme, kita sodorkan saja kliping tersebut. []

3 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Erna Manurung said, on February 10, 2013 at 9:54 pm

    argumentasinya masih agak hitam-putih mas rinaldi.

  2. Rinaldi said, on June 18, 2013 at 5:40 am

    Erna Manurung :

    argumentasinya masih agak hitam-putih mas rinaldi.

    Kalau yang “abu-abu” gimana?

  3. Dhan said, on March 11, 2014 at 11:15 am

    Jadi mksdnya mas rinaldi, seharusnya bagaimana para kaum agamis yang sok suci itu menanggapi pemuka agama yang melakukan kebejatan ?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: