Sapere aude!

Penembakan di Nairobi: Islam dan Terorisme

Posted in Commentary by Rinaldi on September 22, 2013

Author: Rinaldi

Pengunjung mall di Nairobi, Kenya, berlarian ke luar menghindari tembak-menembak antara teroris dan polisi. Foto: EPA/Daily Mail

Pengunjung mall di Nairobi, Kenya, berlarian ke luar menghindari tembak-menembak antara teroris dan polisi. Foto: EPA/Daily Mail

SEKELOMPOK teroris di Nairobi, Kenya, menyerang sebuah mall. Sasaran mereka adalah pengunjung non-Muslim. Sedikitnya 39 orang tewas dalam tragedi tersebut.

Sebagaimana disebut Daily Mail, grup teroris Somalia Al-Shabaab yang memiliki jaringan dengan Al-Qaeda telah mengklaim bertanggungjawab atas penyerangan di mall tersebut. Mereka mengeluarkan pernyataan bahwa aksi tersebut merupakan peringatan untuk pemerintah Kenya agar menarik mundur pasukannya di Somalia.

Dalam tragedi teror semacam ini, publik Indonesia sepertinya takut dan ragu menuding “Islam”. Kita takut terjebak pada isu SARA dan terbuai dengan ilusi “islam agama damai”. Kita takut dicap “anti-Islam”. Kita takut dimusuhi oleh teman-teman Muslim kita.

Padahal, “ketakutan” itulah yang menyebabkan ideologi teror berlandaskan agama merajalela.

Selama ini, kita hanya “dipersilakan” menyalahkan kelompok radikal Islam. Bukan teks-teks Islam yang mendasari perbuatan mereka. Kita dipaksa mengakui bahwa pelaku tersebut adalah “oknum”, bukan representasi dari Islam.

Padahal, saya kira sebutan  itu tidak berlebihan. Ajaran Islam pantas dituding atas sejumlah aksi-aksi teror kelompok Muslim radikal. Sebagaimana kita tahu, grup teroris yang memiliki landasan ideologi Islam jelas memiliki dalil-dalil Al Quran yang menjustifikasi perbuatannya.

Tanggapan standar Muslim Indonesia pasti mengatakan, “itu ‘kan oknum-oknumnya saja, bukan Islamnya yang salah”. Kalimat “bukan Islamnya yang salah” adalah kalimat pembelaan diri yang klise. Sudah terlalu sering saya mendengar kalimat itu, sesering saya mendengar ada orang membunuh dan mengacau atas dasar ajaran Islam.

Jika ada individu yang setelah nonton video porno lantas memperkosa orang, kalian menyalahkan video porno sebagai “biang” dari pelecehan seksual. Jika gara-gara rok mini seorang perempuan diperkosa, kalian menyalahkan rok mini. Nah, jika ada Muslim yang setelah membaca dan memahami teks-teks Islam kemudian terinspirasi melakukan perbuatan-perbuatan teror, kenapa kalian tidak menyalahkan teks-teks Islam yang menginspirasi mereka?

Memang, tidak semua Muslim yang setelah membaca dan memahami teks-teks Islam menjadi teroris. Sama halnya, tidak semua individu yang setelah nonton film porno memperkosa orang. Tapi, kalian tetap menyalahkan pornografi sebagai “biang” dari pelecehan seksual kan? Kenapa kalian tidak berpikir dengan logika yang sama untuk Islam?

Jika anda, Muslim, mengutuk aksi teror tersebut dan menganggap pelakunya “tidak merepresentasikan Islam”, saya tanya: Apakah anda sendiri merasa merepresentasikan Islam, sehingga anda bisa berkata seperti itu? Apakah anda bisa tunjuk satu saja individu atau institusi yang benar-benar representasi sah dari “Islam” yang diakui oleh seluruh umat Islam, sehingga siapapun bisa menilai Islam darinya?

Apakah Sunni atau Syiah? Apakah Al-Qaeda, Hizbullah atau Ikhwanul Muslimin? Apakah NU atau Muhammadiyah? Apakah Nurcholish Madjid atau Abu Bakar Baasyir? Gus Dur atau Habib Rizieq? Syafii Ma’arif atau Muhammad Al-Khaththath?

Anda boleh mengatakan bahwa Al-Qaeda tidak merepresentasikan ajaran Islam. Dan mereka pun juga tidak menganggap anda sebagai representasi Islam.

Saya rasa di dunia ini tidak ada satu individu atau satu institusi apapun yang dianggap secara sah merepresentasikan Islam dan diakui oleh seluruh Muslim di dunia. Karena Islam dipahami secara beragam oleh penganutnya. Dan adalah sebuah fakta bahwa teks-teks Islam yang sangat berpotensi untuk ditafsirkan secara “keras” dan teroristik, ada.

“Berpotensi ditafsirkan keras”, itu kata kuncinya.

Anda-anda Muslim di sini, mungkin tidak salah dengan konsep Islam yang damai dan toleran. Tetapi mereka juga belum tentu salah dengan konsep Islam yang teroristik dan bringas. Karena itu, janganlah mudah menghakimi bahwa kelompok-kelompok Islam bringas itu “tidak merepresentasikan Islam”. Karena, mereka pun juga tidak menganggap anda, Muslim yang damai dan toleran, sebagai representasi sah dari ajaran Islam. Anda punya dalil Al Quran, mereka pun demikian.

Saya tidak peduli dengan perdebatan teologis antara “Muslim damai” dan “Muslim bringas”.Yang jelas, jika Islam ingin diterima secara wajar dan terhormat di era modern, bagian-bagian tertentu dari ajaran Islam yang berpotensi ditafsirkan secara keras harus dihilangkan.

Film saja ada badan sensornya, masa untuk agama tidak? []

4 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. gadisdes4 said, on September 23, 2013 at 5:22 pm

    Like this post

  2. Michael Uriel said, on September 24, 2013 at 7:38 am

    What is happening in BEKASI….TANGARAN ….to name a few of recent persecution
    Of Christians by radical Muslims. What is SBY doing? Answer : NOT A THING!
    It only gives an impression that Indonesia is a lawless country!
    Where are the ‘ Moderate Muslims ‘ … why are their voices not heard??? Do they,
    in their heart have the same sentiments with the radical Muslims and this is why they
    REMAIL SILENT???
    Open your eyes, see what is going on around the world and who are the ONES that are
    killing AND PERCUTING NON Muslims….???
    IN my eyes ISLAM IS EVIL …. PERIOD!!! And the followers of Muhammad are demons whom lust
    for sex even in PARASIDE !

  3. Michael Uriel said, on September 24, 2013 at 9:21 am

    Remain Silent***

  4. batmanbatak said, on September 27, 2013 at 5:40 pm

    very well said sir


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: