Sapere aude!

Aksi Boko Haram dan Sikap Standar Ganda Umat Islam dalam Merespon Isu-Isu Kemanusiaan

Posted in Commentary by Rinaldi on May 11, 2014
Global protests: Demonstrators yelled Friday in London, showing a play on words that reverses the meaning of Boko Haram -- 'Western education is permitted; Terror is sinful,' it reads. Photo: AP

Global protests: Demonstrators yelled Friday in London, showing a play on words that reverses the meaning of Boko Haram — ‘Western education is permitted; Terror is sinful,’ it reads. Photo: AP

Author: Rinaldi

DARI kemarin, banyak sliwar-sliwer berita di timeline FB saya, kelompok Boko Haram, organisasi bernafaskan Islam asal Nigeria yang paham ideologinya bersifat teroristik pimpinan Abubakar Shekau, menculik 200-an siswi sekolah untuk dijual sebagai budak. Kelompok teroris ini dikenal sangat anti terhadap pendidikan bagi perempuan.

Dalam tulisan singkat ini, saya nggak tertarik untuk membahas kekejaman Boko Haram. Juga nggak tertarik untuk memperdebatkan apa dan bagaimana ajaran Islam itu sebenarnya.

Saya juga nggak merasa perlu ngasih link beritanya. Tinggal cek google, banyak kokwong lagi rame.

Yang saya herman, saya belum pernah dengar ada ormas-ormas Islam berdemo,long-march berpanas-panasan mengecam aksi organisasi Boko Haram yang jelas-jelas dengan membawa label “Islam”, merampas hak-hak sipil perempuan untuk bersekolah dan malah akan menjadikan mereka sebagai budak.

Saya berpikir, seandainya pelakunya Israel dan korbannya pelajar muslimah Palestina,wah, pasti sudah ramai tuh Bundaran HI dan kedubes Amerika.

Ada apa dengan ormas-ormas Islam? Kenapa mereka cenderung tutup mata ketika pelaku kejahatan adalah saudara seiman mereka sendiri? Kenapa suara protes mereka terhadap aksi brutal Boko Haram, kalaupun ada, tidak sekencang protes mereka ketika Israel akan membangun pemukiman Yahudi di Tepi Barat atau ketika Israel melakukan serangan balasan ke Gaza yang menewaskan sekian warga sipil Palestina?

Hemat saya, sesungguhnya yang jadi masalah bukan Boko Haram-nya. Tapi sikap standar ganda umat Islam dalam merespon isu-isu kemanusiaan di dunia. []