Sapere aude!

The Book of Eli: Naifnya Kisah Kebangkitan Agama

Posted in Review by Rinaldi on August 15, 2010

Author:  Rinaldi

Poster "The Book of Eli".

Poster “The Book of Eli”.

PASCA terjadinya sebuah perang besar (post-apocalyptic war), dunia luluh lantak hingga menyisakan peradaban yang berantakan. Perampokan dan kejahatan terjadi di mana-mana. Tidak ada hukum, dan sebagian besar dunia menjadi gersang. Sejauh mata memandang, yang terlihat hanyalah gurun dan puing-puing bangunan. Peradaban manusia kembali ke titik nol, hingga proses jual-beli pun melalui cara barter.

Film yang berseting tahun 2043 ini kemudian mengisahkan seorang pengembara bernama Eli (Denzel Washington), yang telah berjalan selama 30 tahun menuju arah barat. Eli “ditugaskan” untuk menjaga dan mengantarkan sebuah kitab penting yang dipercaya mampu merestorasi peradaban.

Perjalanan Eli bukan tanpa halangan. Di tengah perjalanannya, ia bertemu gerombolan Carnegie (Gary Oldman), seorang gembong penjahat yang telah lama mengincar kitab penting tersebut. Carnegie telah tahu tentang “khasiat” kitab tersebut, dan ingin memanfaatkannya (menyalahgunakan) sebagai alat kekuasaan.

Di tengah cerita, muncul sosok Solara (Mila Kunis), anak perempuan Carnegie. Dari Solara inilah, Carnegie tanpa sengaja mengetahui bahwa Eli memiliki kitab yang selama ini dicarinya. Ini bermula dari kisah Eli yang ingin berbagi makanan dengan Solara, dan mengajaknya “berdoa” sebelum makan. Solara yang “nggak tau agama” menuruti ajaran Eli, dan meneruskan ajaran tersebut ke ibunya. Dari sinilah akhirnya Carnegie tahu, bahwa Eli membawa kitab yang dimaksud.

Alur cerita kemudian, dipenuhi oleh intrik antara Eli dan Carnegie berebut kitab. Puncaknya adalah peristiwa tembak-menembak di sebuah rumah tua di tengah gurun, yang dimenangkan gerombolan Carnegie yang berhasil merebut kitab tersebut. Eli yang tertembak, diselamatkan Solara yang “membelot” dari ayahnya. Mereka berdua kemudian meneruskan perjalanan ke arah barat. Sedangkan Carnegie, kembali ke kota tinggalnya bersama kitab tersebut.

Alangkah kecewanya Carnegie, bahwa ternyata kitab yang dimaksud ditulis dalam huruf braille, yang tidak bisa dibacanya. Sedangkan duo Solara dan Eli, akhirnya sampai ke pantai barat (San Fransisco). Eli bertemu dengan orang yang selama ini dicarinya, dan di sinilah misteri kitab penting tersebut diungkap.

Ternyata, Eli adalah “utusan Tuhan” yang ditugaskan membawa Alkitab terakhir di bumi, untuk kembali diperbanyak agar dapat merestorasi kembali peradaban manusia. Ada sedikit kejutan di ending ceritanya, bahwa untuk memperbanyak Alkitab, Eli tidak membutuhkan lagi kitab fisik –yang telah dicuri Carnegie–, karena ia telah menghapalnya di luar kepala. Eli mendiktekan isi Alkitab secara urut dari Kitab Kejadian kepada juru tulis untuk diperbanyak. Penulisannya pun tidak menggunakan alat-alat canggih, tetapi ditulis dengan pena tinta. Sepertinya ada keinginan dari sutradara untuk menggambarkan romantisme teknis penulisan Alkitab di masa lampau yang sederhana.

Kebangkitan agama yang naif

Hasrat untuk menggambarkan Alkitab sebagai sesuatu (dan nampaknya satu-satunya) hal yang penting untuk merestorasi peradaban yang telah hancur di masa depan, merupakan ide yang naif dan kekanak-kanakan. Ide yang sempit lagi tidak tahu diri. Sebab, karakteristik masyarakat tahun 2043 tentu tidaklah sama dengan masyarakat Ibrani kuno di jaman Musa atau Yesus.

Alkitab ditulis dan “dipasarkan” untuk pertama kalinya pada jaman pra-modern, ketika belum banyak ilmu pengetahuan dipahami oleh masyarakat luas. Tentu, hal tersebut mempengaruhi bagaimana masyarakat Ibrani kuno memahami dan menyikapi isi teks Alkitab. Sedikit banyak, kondisi tersebut membuat masyarakat kuno cenderung mudah diatur oleh agama.

Ini berbeda dengan bagaimana rata-rata masyarakat modern memahami dan menyikapi isi teks Alkitab (atau kitab suci pada umumnya). Dalam kondisi modern demikian, maka masyarakat cenderung tidak mudah diatur oleh pemuka agama dan memiliki nalar kritis.

Adalah naif membayangkan bahwa Alkitab akan memiliki efek yang sama pada masyarakat “jahiliyah” di tahun 2043, kecuali mungkin pada sebagian masyarakat saja. Sebodoh-bodohnya masyarakat jahiliyah di jaman modern, mereka masih terlalu pintar untuk disuguhi dongeng Tuhan yang menciptakan alam semesta dalam waktu tujuh hari atau cerita Musa yang dengan tongkatnya mampu membelah laut. Bahkan, cerita atraksi merubah air menjadi anggur pun tidaklah terlalu relevan dengan bagaimana masyarakat di masa mendatang berpikir. Bukankah atraksi semacam itu juga telah sering dipertontonkan di TV oleh para ilusionis?

Kemudian, misteri mendasar dari cerita ini adalah tidak adanya penjelasan isi Alkitab yang bagaimana yang dipandang mampu merestorasi peradaban manusia. Juga tidak dijelaskan kronologi peristiwa perang besar yang membawa peradaban kembali ke titik nol. Tidak adanya penjelasan ini membuat alur cerita terkesan tidak bertanggung jawab. Dari sekian banyak kitab suci di dunia, kenapa harus Alkitab yang dipentingkan? Pertanyaan ini sama-sekali tidak dijawab oleh film tersebut.

Ketiadaan alasan mengapa harus Alkitab yang dipentingkan, membuat cerita ini lemah. Karena, seandainya dalam cerita tersebut Alkitab diganti menjadi kitab lain, maka tidak akan ada bedanya.

Cerita juga terkesan mengada-ada, karena yang dibawa Eli adalah kitab fisik yang berukuran besar, dengan hardcover dan lambang salib di muka. Jika cerita berseting abad 15 atau 16, hal tersebut bisa dipahami. Tetapi untuk ukuran peradaban 2043, kiranya terlalu aneh membawa sebongkah kitab klasik berbalut kain kumal. Apalagi untuk ukuran “utusan tuhan” yang gemar mendengarkan musik melalui iPod, paling tidak lebih pantas kalau yang dibawa Eli adalah semacam e-book sekaligus gadget portabel bertenaga matahari untuk membacanya.

Akhir cerita pun “misterius”. Setelah Alkitab diperbanyak, lantas mau diapakan? Disebarkan ke khayalak luas? Akankah semudah itu masyarakat percaya terhadap isi Alkitab? Tidak ada penjelasan mengenai hal ini! []

38 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. sociopolitica said, on January 8, 2011 at 8:31 pm

    Setelah Agustus 2010, anda tampaknya istirahat posting. Pada 2011 ini tulisan-tulisan baru anda mestinya muncul kembali. Sampai jumpa.

  2. vania yessycha sihotang said, on April 1, 2013 at 3:09 am

    kalau untuk diapakan itu terserah manusia yang terpenting sekarang kitap suci alkitab sudah diperbanyak keputusan manusia mempercayai isi alkitap atau tidak biarlah menjadi pilihan mereka ,jika anda berpendaoat flim tu kekanakkanakan menurut saya anda yang kekanakkanakan karna tidak memahami arti sebenarnya dalam flim ini

  3. Orang Toleran said, on June 25, 2013 at 10:56 pm

    Tidak perlu menyinggung agama lain. Kayak agama anda yg paling benar saja. Kalau mau dibahas mungkin kitab apa yang anda anut tidak cukup untuk membenarkan apa yang umat anda telah lakukan pada dunia. Benahi dulu diri anda!

  4. Rinaldi said, on June 25, 2013 at 11:41 pm

    Udah. So what?

  5. Kessar said, on June 28, 2013 at 1:46 pm

    ane stuju bud sma pndpat ente ttng knapa hrus alkitab. ya suka” sutradara sih, bner kagak? hahaha ente kayaknya masih menganggap alkitab buku cerita anak” ye? ya bner sih emang buat orang” awam itu buku aneh. emang kaya misteri si alkitab bud. tapi kalo udah baca misteri lagi kagak? ente belum pernah baca kan? coba sobek sendiri deh bud satu lembar aja dibaca di mana gitu, baca dpahami bud, pasti tau kenapa tuh buku very urgen. jangan yang belakang bud, nanti pusing. btw ane kristen bud :)

  6. jaquine said, on July 10, 2013 at 4:30 pm

    Semua agama adaah sama asalnyapun dr Tuhan dan Allah yg sama. Film ini hanya memberi pandangan. Jika pd saat itu terjadi siapspun yg diutus Tuhan dr agama apapun.tetap tujuannya 1 yi menolong umat. Jadi bukan pembuat film yg naif. Tetapi kita sendiri terlalu logika melihat semua hal.

  7. vene said, on April 19, 2014 at 1:11 am

    Terus kalau disebarin dan gak ada yang membimbing?? Gimana tuh!!
    Entar salah paham lagi sama isinya.. disuruh begini malah begitu. Soalnya kita sendiri kalau cuman belajar dari bukun gak ada yang bimbing, ngambang jadinya.

  8. ricky said, on April 19, 2014 at 4:00 am

    capek deh, mosting hal yg gak berguna, cari hal tuh yg penting dong

  9. heripepe said, on April 26, 2014 at 2:53 am

    anda spertinya kurang mencermati endingnya..eli meninggal menggunakan gamis..dan beralaskan sajadah..lalu juga ada scene..ketika si penulis ulang alkitab meletakkan kitab trsebut d rak bu..sebelahnya alkitab itu ada the holy QURAN..dan thaurad..serta kitab lainnya..yg ane simpulkan sosok eli blm tentu nasrani..tp dia memang dituntun utk menyampaikan alkitab yg trsisa utk melengkapi kitab lainnya sbg pedoman peregenerasi peradaban..film ini plotnya bebas..issuenya berat..mengenai agama..jadi jgn semudah itu mengambil kesimpulan.. -alumnus UIN JAKARTA-

  10. heripepe said, on April 26, 2014 at 2:57 am

    anda spertinya kurang mencermati endingnya..eli meninggal menggunakan gamis..dan beralaskan sajadah..makamnya pun bernisankan batu, tanpa ada salib..lalu juga ada scene..ketika si penulis ulang alkitab meletakkan kitab trsebut d rak buku..sebelahnya alkitab itu ada the holy QURAN..dan thaurad..serta kitab lainnya..yg ane simpulkan sosok eli blm tentu nasrani..tp dia memang dituntun utk menyampaikan alkitab yg trsisa utk melengkapi kitab lainnya sbg pedoman peregenerasi peradaban..film ini plotnya bebas..issuenya berat..mengenai agama..jadi jgn semudah itu mengambil kesimpulan.. -alumnus UIN JAKARTA-

  11. Hari Mulyana said, on July 26, 2014 at 2:16 pm

    Intinya, yg agamanya Muslim, udah deh jangan nonton ribet amet. Cuma bikin konflik tau gak? Apalagi yg nonton otaknya goblok.

  12. dastanrekuza said, on October 24, 2014 at 9:16 pm

    anda terlalau pintar, saking pintarnya merasa karya orang lain salah, simple kalo mau bkin kitab alquran y bkin aja the book of rinald , iam muslim, tp buat saya agama y lakum dinukum waliyadin

  13. Iyank said, on October 24, 2014 at 9:49 pm

    Kalo org muslim di larang nonton jangn di tanyaing di indonesia donk, tuh di amerika aja ribet amat,,

  14. Bontet Gendut said, on October 24, 2014 at 11:03 pm

    udeh udeh… filem buatan yahudi dan nasrani pasti mau merusak islam.

  15. erlan said, on October 24, 2014 at 11:10 pm

    haha ini cuma menjelaskan adanya kehancuran setelah peperangan yang ingin menguasai (menjiplak/mengaku2) kitab suci yang dibuat allah swt, agar dia mengaku menjadi tuhan.
    kenapa yang dikisah kan kitab injil, itu kurang paham, yang jelas jika mereka mengisah kan tentang al quran ane ga terima, karna udh dipastikan akan ada yg salah, namanya orng indonesia kalau sudah mengisahkan yang sesuai dengan mereka akan di IYA kan. saya ingin bertanya mengapa ada Kitab perjanjian lama dan baru ? loh apanya yang diupgrade ? apa tuhan sudah mengupgrade ? setahu saya agama dimana2 dari tuhan yg maha esa, dan akan tetap seperti yang lama, lantas apa tujuan buat yang baru ? apakah tuhan SALAH ? kalo kalian tahu kitab perjanjian lama baca, diisinya disebutkan pula nabi muhammad saw, dan nabi isa as pun menyebut nama beliau diisi tersebut.
    yang kalian anut pasti kitab perjanjian baru yang lebih bebas ? intinya tujuan agama sama, kebaikan, sabar, ikhlas, memaafkan.
    oh iya saya muslim

  16. wanti simamora said, on October 24, 2014 at 11:21 pm

    Tutup aja blog ini kalo bahas ginian pake nyindir agama lain. Emang udah perfect agamamu makanya kau nyindir agama orang. Nyandar dong nyadar!

  17. Muhammadhusnannazhari said, on October 24, 2014 at 11:32 pm

    Kitab yg sbnarnya yaitu al-quran.

    Kitab yg menceritakan tntang kekuasaan allah swt ,dri trbentuknya planet”,bnda” langit,hngga trbntuknya manusia.

  18. erlan said, on October 24, 2014 at 11:35 pm

    loh ko nyindir, kan bertanya. anda berpendidikan tidak ? bisa bedakan nyindir dengan bertanya ?
    saya hanya ingin tahu tantang apapun yang baik, kenapa tidak ?
    memangnya saya mengatakan sindiran/hinaan ? saya bukan menghina agama, saya ingin tahu apa anda sendiri tahu tentang perjanjian lama ? atau sudah tidak dikenalkan ?

  19. Wulan said, on October 25, 2014 at 8:19 pm

    Tujuan film kan hanya untuk menghibur,ini kan film fiksi jadi jelas hanya sebagai hiburan. Di setiap film pasti ada makna tersirat yang akan diartikan berbeda oleh setiap orang. Mungkin karena film dibuat oleh Amerika tentu saja mereka mengadopsi ajaran agama mereka,menganggap ajaran mereka benar bahwa kitab yang dibawa Eli adalah alkitab sebagai kitab yang paling penting (karena dibawa terakhir untuk melengkapi kitab yang sudah terkumpul sebelumnya) Saya setuju dengan saudara heripepe di ending film kitab yang dibawa Eli untuk melengkapi kitab2 yang ada sebelum peperangan.

  20. Teja said, on December 1, 2014 at 9:08 am

    Post nya bagus skali dan masuk akal juga utk masukan buat sutradara,, tp itu hanya film fiktif dan tdk akan trjd,, jd jgn trlalu di ambil pusing.,

  21. brandalan said, on February 19, 2015 at 10:10 am

    Sedikit pesan buat rinaldi yang review film ini. reviewnya sbenarnya bagus tapi sebaiknya lebih hati2 klo sudah menyangkut agama karna klo sudah menyangkut yang satu ini pasti ujung2nya sentimen agamapasti ribut. Sbagai seorang pengamat film tempatkanlah diri anda diposisi yang netral, kesampingkan dulu soal keyakinan anda karna ini hanya film dgn kisah fiktif. ingat film ini tidak bermaksud memihak keagama tertentu tapi lebih merupakan sebuah tontonan. mungkin banyak yang bertanya “knapa harus alkitab,,knapa bukan quran dan agama lainnya” jawabannya adalah karna quran dan kitab2 lainnya sudah ada dan diselamatkan, coba perhatikan disebelah holly bible jg ada holly quran. jadi knapa harus alkitab itu mrupakan kewenangan pembuat filmnya aja. Jadi buat teman2 smua mari bersikap lebih netral dan bijak krn film ini hanya sekedar tontonan kok,,masa kesatuan NKRI bisa pecah gara2 film ini hahahahah..just kidding..

  22. pittor sitohang said, on April 5, 2015 at 10:28 pm

    gk usah terlalu naif dehh.. kalo suka filmnya nonton aja.. kalo soal agama nya ,, liat aja cara berdoanya.. kira-kira apa tuh??
    #chirst

  23. rendy said, on April 5, 2015 at 10:31 pm

    udah” inakan cuma filem. filim dibuat sesuai imajinasi sang sutradara jadi terserah dia aja mau buat jalan ceritanya gimana. kalo nggak stuju ama filemnya ya jangan di tonton. buat aja filem sendiri gunakan imajinasi yg sesuai dengan pandangan kamu. lalu di rilis dehh selesai….. nggak usah mengkritik sampai menimbulkan perselisihan apakah belum cukup konflik yg selama ini terjadi akibat perbedaan pendapat,agama dan budaya. saya yakin semua agama mengajarkan tentang. kebaikan. jadi marilah kita saling menghargai satu dengan yg lain.

  24. sonny Q_put said, on April 5, 2015 at 10:48 pm

    woooiiii … kok pada ribut sie.. mending yang suka ma filmnya ya nonton aja.. kalo yang ga suka ya nda usa lah.. kok repot…. ;p dari pada bedebat bikin pusing kepala sendiri kan… hehehe…

  25. Saya said, on April 5, 2015 at 11:17 pm

    @ll, sudahkah anda menjalankan kewajiban sebagai umat? Alhamdulillah…

  26. baring said, on April 5, 2015 at 11:33 pm

    sejutu ama #Brandalan di atas..
    selalu aja ribut kalo soal agama..
    hadehh *pusing pala barbie*

  27. Tukang Damai said, on April 16, 2015 at 11:11 pm

    Satu. Agama Itu Kebaikan..

  28. Bang Ucok said, on November 26, 2015 at 8:12 pm

    pea loh smua

  29. Princess said, on December 28, 2015 at 11:30 pm

    @Erlan: Perjanjian lama dan perjanjian baru didalam alkitab adalah sebuah satu kesatuan,Pd kitab Perjanjian Baru isinya bukanlah hasil upgrade atau ralat pd kitab Perjanjian Lama..yg mudahnya begini Perjanjian Lama mengkisahkan Jaman seblmnya kelahiran Yesus,pd Perjanjian Baru mengkisahkan setelah kelahiran Yesus..Kl detailnya lagi tentang jwban dr ptanyaan anda sebaiknya anda mempelajari isi dari Alkitab itu sendiri..
    Kemudian anda berkata “Bahwa pada Perjanjian Lama sudah disebutkan nama Muhammad SAW”..bolehkah disebutkan pada Surat serta pasal dan ayat yg itu tertulis??karna hal spt ini harus disertakan dgn data yang konkrit bukan hanya bualan omongan yang tidak didasari oleh ilmu tsb..trimakasih

  30. Princess said, on December 29, 2015 at 11:02 am

    http://www.sarapanpagi.org/62-muhammad-dalam-perjanjian-lama-vt729.html
    dsini dibahas yang dimaksud @Erlan bahwa nama Muhammad terdapat dalam Injil Perjanjian Lama..

  31. wizzaw said, on December 30, 2015 at 4:28 am

    Eh eh eh malah ribut pada!!
    Inikan cuma film kok dipermasalahin
    Klo yg setuju ywd monggo dicicipi filmnya
    Tapi klo ga stuju yo wess nda usah di tonton
    Hehehe

  32. And_Anonymous said, on August 7, 2016 at 10:42 pm

    Muslim adalah BAJINGAN..gara” muslim banyak tdk bersalah mati..MUSLIM HARUS DIMUSNAHKAN!

  33. Tobing said, on August 7, 2016 at 10:46 pm

    Smoke weed everyday

  34. Echimo Kim Scudetto said, on August 8, 2016 at 12:13 am

    Menurut saya sih ini film lebih berbicara tentang membangkitkan kembali kesadaran beragama secara umum.
    Mengapa harus bible…? Ini hanya karena background produksi dan strategi pemasaran. Bagaimana pun sebuah film adalah sebuah ‘barang jualan’.
    Dan ini pertanyaan berlaku ini berlaku bagi kitab mana pun yg ‘diangkat’.
    Kenapa harus Weda,kenapa harus Thorah,kenapa harus Quran…?
    Begitu seterusnya…

  35. yoyo said, on August 8, 2016 at 12:52 am

    Sebelum memposting ini dipikir dulu.. bikin muncul perdebatan aja. Yg penting ambil hikmah dan pesan dr film tersebut, kan tujuannya baik. Yg merasa pinter pasti toleransinya tinggi, yg bodho cuma bisa koar” dan ngebuli agama lain

  36. aris said, on September 17, 2016 at 12:12 pm

    Haha yg buat blog sukses besar .

  37. ghennuck said, on October 1, 2016 at 8:57 pm

    Emang kalo ente berdebat masalah bisa terjawab? Tidak sama sekali… jangan koment kalo mau ngejudge.. bikin artikel sendiri sesuai pikiran anda tentang film ini.. no rasis

  38. anon said, on October 14, 2016 at 1:08 am

    Rame banget komennya


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: